BATU, SUARAGONG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai membuka ruang resmi bagi para seniman mural dan grafiti untuk mengekspresikan kreativitas di ruang publik. Inisiatif positif ini ditandai dengan aksi menggambar mural secara simbolis di dinding kawasan Pasar Induk Among Tani Kota Batu, Jumat (25/9/2026) siang.
Dari Tekan Vandalisme Jadi Karya Edukatif: Pemkot Batu Sediakan Ruang Mural di Pasar Among Tani
Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa kehadiran seni mural di kawasan pasar tak sekadar mempercantik lanskap kota. Melainkan juga berfungsi sebagai media edukasi publik yang komunikatif.
Pesan-pesan sosial mengenai kepedulian lingkungan, pentingnya menjaga kebersihan, hingga ajakan merawat fasilitas umum dinilai akan lebih mudah diterima masyarakat. Terlebih lagi jika disajikan secara visual dan artistik.
“Mural ini tidak hanya menjadi karya seni dan wadah untuk menuangkan ide serta gagasan di ruang publik. Tetapi mural ini juga berfungsi sebagai media untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat,” ujar Nurochman di sela kegiatan.
Guna menghidupkan ruang kreatif tersebut, Pemkot Batu menggandeng komunitas lokal yang memiliki kepakaran di bidang seni grafiti dan mural. Sekaligus memberikan kesempatan kepada pemuda untuk menyalurkan bakat secara legal dan terarah.
“Kita libatkan anak-anak muda supaya kreativitas mereka tersalur pada ruang-ruang publik yang bisa dinikmati oleh siapapun yang melihatnya,” imbuh Nurochman.
Baca Juga : Pemkot Batu Dorong Susu Sapi Peternak Lokal Masuk Pasok MBG
Wadah Konkrit Tekan Aksi Vandalisme
Apresiasi tinggi datang dari para pelaku seni jalanan. Perwakilan Komunitas Mural Boys From The Hill (BFTH), Akhmad Kholili (Benol), menilai penyediaan fasilitas ini menjadi solusi ampuh dalam menekan maraknya aksi vandalisme di sudut-sudut kota.
Menurut Benol, maraknya coretan liar selama ini dipicu oleh minimnya ruang berekspresi dan wadah apresiasi bagi para seniman pemula.
“Penyediaan ruang berkarya ini cukup berdampak, karena selama ini sebagian pelaku vandalisme merasa kurang mendapatkan apresiasi. Diharapkan ini bisa menjadi pemantik bagi teman-teman vandal untuk melihat bahwa grafiti dapat dituangkan secara positif dan menarik tanpa mencoret-coret sembarangan,” urai Benol.
Ia menambahkan, ekosistem industri kreatif sektor mural di Kota Batu tengah berkembang pesat. Sejumlah seniman lokal bahkan telah berhasil menembus pasar profesional melalui kolaborasi dengan berbagai merek (brand) nasional. Serta menggelar ajang grafiti berskala internasional secara berkala. (Aye/sg)










