Jember, Suaragong.com – Transformasi Kabupaten Jember sebagai pusat pertumbuhan regional di belahan timur Provinsi Jawa Timur semakin nyata. Khususnya di sektor pelayanan kesehatan publik. Melalui pelaksanaan bakti sosial (baksos) Jember Cinta Kesehatan yang dihelat di RSD dr. Soebandi Jember, kapasitas rumah sakit milik pemerintah daerah ini terbukti mampu melintasi batas wilayah administrasi kabupaten.
Baksos RSD dr. Soebandi Jangkau Pasien Luar Kota, Perkuat Posisi Jember Sebagai Pusat Rujukan Medis Wilayah Timur Jatim
Kehadiran pasien dari luar daerah menegaskan tingginya mutu medis serta ketersediaan dokter spesialis maupun sub-spesialis di Jember yang sangat mumpuni di kawasan Tapal Kuda.
Fakta keterlibatan pasien luar daerah ini terkonfirmasi dari data tim medis. Dari enam pasien anak yang menjalani operasi rekonstruksi bibir sumbing dan celah langit-langit, salah satu pasien tercatat secara resmi berasal dari Kabupaten Probolinggo.
Pemkab Jember memberikan kelonggaran regulasi agar fasilitas baksos gratis melalui program Salam Cinta dari Jember ini dapat diakses oleh warga luar kota. Menjangkau kepada pasien yang benar-benar membutuhkan penanganan medis mendesak, namun terkendala ketersediaan dokter sub-spesialis di daerah asal mereka.
Potensi Besar dan Kesiapan Pelayanan Medis Terpadu
Ketua panitia bakti sosial, dr. Ulfa Elfiah, menyampaikan bahwa ketersediaan fasilitas medis yang lengkap. Beserta juga dengan laboratorium terpadu dan kesiapan tenaga ahli bedah plastik hingga urologi di RSD dr. Soebandi. Yang mana ini merupakan potensi besar yang terus dioptimalkan oleh pemerintah daerah. Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat posisi Jember sebagai pusat rujukan pelayanan kesehatan utama di wilayah timur Jawa Timur.
”Dengan penguatan fasilitas dan kapasitas ini, masyarakat dari daerah-daerah sekitar Jember. Seperti Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, Lumajang, hingga Probolinggo diharapkan dapat memperoleh akses terhadap penanganan medis tingkat lanjut secara cepat sesuai kebutuhan mereka. Tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat provinsi di Surabaya,” ujar dr. Ulfa menjelaskan proyeksi regional rumah sakit tersebut.
Baca Juga ; Bupati Muhammad Fawait Luncurkan Klinik CPMI di Balung
Gus Fawait Nilai Sebagai Indikator Positif Sektor Infrastruktur Kesehatan
Peluang perluasan jangkauan rujukan ini dinilai oleh Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) sebagai indikator positif. Menjadi catatan keberhasilan investasi daerah di sektor infrastruktur kesehatan. Kerja sama antar-daerah di bidang pelayanan dasar ini diharapkan mampu merajut ikatan solidaritas sosial yang kuat di Jawa Timur. Bupati Gus Fawait menegaskan bahwa semangat utama dari program Salam Cinta dari Jember adalah kemanusiaan universal. Sebuah bentuk kemanusiaan yang tidak dibatasi oleh sekat-sekat administratif KTP.
Hingga akhir Desember 2026 mendatang, Pemkab Jember menargetkan pemenuhan 10.000 penerima manfaat jaminan pelayanan baksos terpadu ini. RSD dr. Soebandi diposisikan sebagai pusat komando pergerakan tim medis yang berkolaborasi dengan jaringan rumah sakit daerah lainnya, seperti RSUD Balung dan RSUD Kalisat. (Rio/aye)










