Peran Strategis Pokir DPRD Jombang dalam Pembangunan Daerah
Share
JOMBANG, SUARAGONG.COM – Kalau ngomongin pembangunan daerah, sering banget yang kebayang itu cuma proyek jalan atau gedung baru. Padahal, di balik itu semua ada proses panjang yang melibatkan banyak pihak. Salah satunya lewat peran strategis Pokir DPRD Jombang yang ternyata punya dampak besar buat masyarakat.
Pokir Itu Bukan Formalitas
Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Hadi Atmadji, menegaskan kalau Pokir DPRD itu bukan cuma formalitas atau sekadar daftar usulan.
“Pokir DPRD berfungsi sebagai penghubung antara kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput dengan kebijakan pembangunan yang diusulkan oleh Organisasi Perangkat Daerah,” jelas Hadi.
Artinya simpel: aspirasi warga nggak berhenti di obrolan warung kopi atau grup WhatsApp RT. Semua itu bisa naik level jadi program pembangunan resmi.
Baca juga: Tadarrus Al-Qur’an Siswa SD se- Jombang Digelar
Peran Strategis Pokir DPRD Jombang dalam Pembangunan
Biar gak cuma jadi jargon, Hadi juga memaparkan kenapa Pokir itu penting banget dalam perencanaan pembangunan daerah.
Biar Suara Rakyat Nggak Cuma Jadi Wacana
Anggota DPRD itu kan wakil rakyat. Mereka turun ke dapil, ketemu warga, dengar langsung keluhan soal jalan rusak, sekolah butuh perbaikan, sampai fasilitas kesehatan yang kurang maksimal.
Lewat Pokir, semua aspirasi itu dirangkum dan diusulkan secara resmi. Jadi pembangunan nggak cuma berdasarkan data teknis di atas meja, tapi juga realita di lapangan.
Partisipasi Publik Itu Bukan Gimmick
Reses DPRD sering dianggap cuma agenda rutin. Padahal di situlah momen penting warga bisa speak up. Pokir lahir dari proses itu. Jadi semakin aktif masyarakat menyampaikan aspirasi, semakin relevan juga program pembangunan yang dirancang. Demokrasi jadi terasa hidup, bukan cuma pas pemilu doang.
Transparan dan Bisa Ditelusuri
Sekarang semua usulan Pokir masuk lewat Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD-RI). Artinya, prosesnya terdokumentasi resmi dan bisa dipantau. Ini penting banget buat mengurangi potensi penyimpangan. Warga juga bisa tahu usulan itu datang dari siapa dan dipakai untuk apa.
Baca juga: Bapperida Situbondo Gelar Forum Lintas PD
Dampak Pokir ke Indeks Pembangunan Manusia
Gak cuma soal infrastruktur, Pokir juga punya pengaruh ke kualitas hidup warga. Hadi menyebut, implementasi Pokir yang tepat bisa berdampak ke Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Kenapa? Karena banyak usulan yang menyentuh kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Dua sektor ini jadi indikator utama dalam pembangunan manusia.
“Dengan Pokir, kita dapat memastikan bahwa pembangunan daerah lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan lebih efektif dalam meningkatkan kualitas hidup warga,” tambahnya.
Kalau pendidikan makin bagus, layanan kesehatan makin oke, otomatis kualitas hidup warga juga naik.
Baca juga: Ivan Dwi Fibrian Resmi Pimpin Perumda Seger Jombang
Bisa Tekan Kemiskinan dan Pengangguran
Hadi juga menyoroti bahwa Pokir yang tepat sasaran bisa bantu mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Misalnya lewat program pemberdayaan ekonomi, pelatihan kerja, atau dukungan untuk UMKM. Kalau anggaran dialokasikan sesuai kebutuhan riil masyarakat, dampaknya pasti lebih terasa. Selain itu, proses partisipatif juga bikin penggunaan anggaran lebih efisien. Gak asal bangun proyek, tapi benar-benar sesuai kebutuhan warga.
Baca juga: Gambus Misri Comeback Seni Tradisional Jombang Kini Bersinar Lagi
Kunci Pembangunan yang Lebih Inklusif
Di akhir pernyataannya, Hadi menegaskan lagi bahwa Pokir DPRD adalah kunci untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Dengan demikian, Pokir DPRD menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih inklusif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Intinya, pembangunan itu bukan cuma soal angka dan laporan. Tapi soal gimana suara masyarakat bisa benar-benar didengar dan diwujudkan. Dan di Jombang, peran strategis Pokir DPRD Jombang jadi salah satu cara supaya aspirasi warga nggak cuma jadi cerita, tapi berubah jadi aksi nyata. (ale/dny)

