6 Janji Presiden Prabowo di Hari Buruh 2026

6 Janji Presiden Prabowo di Hari Buruh 2026
6 Janji Presiden Prabowo di Hari Buruh 2026

SUARAGONG.COM – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah janji strategis di hadapan ribuan buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta, Kamis (1/5/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menekankan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja lintas sektor, mulai dari buruh industri, pengemudi ojek online (ojol), hingga nelayan.

Hari Buruh 2026: Ini 6 Janji Besar Prabowo untuk Pekerja Indonesia

1. Fee Ojol Minimal 92 Perse

Salah satu janji yang paling disorot adalah peningkatan pendapatan bagi mitra pengemudi ojol.

Prabowo menyebut pembagian hasil yang sebelumnya sekitar 80 persen untuk pengemudi akan ditingkatkan menjadi minimal 92 persen.

“Pembagian pendapatan dari 80% untuk pengemudi sekarang menjadi minimal 92%,” tegasnya.

2. Satgas PHK dan Dewan Kesejahteraan Buruh

Presiden juga memastikan pembentukan Satgas mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) serta Dewan Kesejahteraan Buruh melalui Keppres Nomor 10 Tahun 2026.

Menurutnya, kebijakan ini bertujuan memberikan perlindungan nyata bagi pekerja yang terancam kehilangan pekerjaan.

3. Rumah Subsidi untuk Buruh

Pemerintah menargetkan pembangunan rumah terjangkau bagi pekerja dengan lokasi dekat kawasan industri.

Program ini merupakan bagian dari target pembangunan 1 juta rumah, dengan capaian sementara 350.000 unit.

Rumah tersebut dirancang dengan tenor cicilan 20 hingga 40 tahun serta dilengkapi fasilitas pendukung seperti sekolah, transportasi, hingga layanan kesehatan.

4. Kredit Rakyat Bunga Maksimal 5 Persen

Prabowo juga mengumumkan program kredit rakyat dengan bunga maksimal 5 persen per tahun melalui bank milik negara.

Kebijakan ini ditujukan untuk membantu masyarakat kecil yang selama ini terbebani bunga pinjaman tinggi.

Baca Juga : Hari Buruh Jadi Refleksi Mendalam PDIP Jatim

5. Program Kampung Nelayan

Dalam sektor kelautan, pemerintah menargetkan pembangunan 1.386 Kampung Nelayan pada tahun ini, yang akan dilanjutkan dengan 1.500 unit per tahun.

Program ini mencakup pembangunan infrastruktur pendukung seperti pabrik es dan bantuan kapal untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan.

Selain itu, pemerintah juga meratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 melalui Perpres Nomor 25 Tahun 2026 sebagai bentuk perlindungan pekerja perikanan.

Baca Juga : Refleksi May Day: Kesejahteraan Buruh dan Dominasi AI

6. RUU Ketenagakerjaan Ditarget Rampung 2026

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah bersama DPR RI akan mempercepat pembahasan RUU Ketenagakerjaan agar segera disahkan menjadi undang-undang.

Ia menekankan bahwa regulasi tersebut harus berpihak kepada buruh dan menjamin keadilan sosial.

Komitmen Perlindungan Pekerja

Selain keenam poin utama tersebut, pemerintah juga menyiapkan anggaran perlindungan sosial sebesar Rp500 triliun untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Prabowo menegaskan bahwa negara akan hadir untuk melindungi buruh dari ancaman PHK maupun ketidakadilan ekonomi.

“Jangan khawatir, kita akan membela kepentingan buruh,” tegasnya.

Paket kebijakan ini menjadi sinyal kuat arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat perlindungan tenaga kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (Aye/sg)