Prabowo Peringatkan Mitra MBG Nakal: Kembali ke Jalan yang Benar

Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi sorotan. Setelah mencuatnya kasus dugaan korupsi yang menyeret sejumlah mantan pimpinan lembaga BGN.
Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi sorotan. Setelah mencuatnya kasus dugaan korupsi yang menyeret sejumlah mantan pimpinan lembaga BGN.

SUARAGONG.COMPresiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan peringatan keras kepada para mitra dan penggerak program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terbukti menyalahi standar serta prosedur pelaksanaan program Alias Nakal.

Presiden Prabowo Peringatkan Mitra MBG Nakal

Peringatan tersebut disampaikan langsung Presiden saat menghadiri acara “Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition” di SICC, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026). Kegiatan itu dihadiri sebanyak 12.173 peserta. Terdiri dari Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), Kepala SPPG, hingga para mitra MBG.

Dalam sambutannya, Prabowo meminta seluruh mitra menjalankan program secara jujur dan profesional. Ia bahkan sempat meminta para mitra yang merasa bekerja dengan baik untuk mengangkat tangan.

“Coba angkat tangan, mitra-mitra. Angkat tangan, mitra-mitra. Biar saya lihat tampang-tampang kalian. Angkat tangan mitra yang yakin dia mitra yang baik, angkat tangan.” Ujar Prabowo sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/6/2026).

Presiden kemudian memberi kesempatan kepada mitra yang merasa melakukan pelanggaran. Agar segera mengakui kesalahan dan kembali menjalankan program sesuai aturan.

“Kembalilah ke jalan yang benar. Kembalilah ke jalan yang benar dan kalau Saudara yang cepat-cepat lapor, ngaku, Insya Allah selamat,” tegasnya.

Prabowo juga mengingatkan bahwa program MBG merupakan program strategis yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, sehingga tidak boleh dijadikan sarana memperkaya diri.

“Masalah makan ini masalah sakral. Makan bagi orang susah tidak boleh jadi sarana memperkaya oknum-oknum. Makan paling gampang dikorupsi,” tandasnya.

Pernyataan Presiden tersebut muncul di tengah mencuatnya kasus dugaan korupsi di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN). Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua mantan wakil kepala BGN sebagai tersangka. Diduga terjerat kasus penyimpangan tata kelola program MBG.

Kasus tersebut diduga melibatkan praktik mark up pengadaan barang hingga dugaan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah.

Presiden menegaskan pemerintah akan memperkuat pengawasan melalui lembaga pengawas dan aparat penegak hukum agar program MBG benar-benar berjalan sesuai tujuan dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan. (Aye/sg)

Baca Artikel Berita Lain dari Suaragong di Google News