SUARAGONG.COM – Jember Fashion Carnaval (JFC) terus membuktikan peran strategisnya bukan sekadar sebagai ajang karnaval tahunan, melainkan instrumen diplomasi kebudayaan (cultural diplomacy) yang efektif bagi Indonesia di mata internasional. Kiprah panjang JFC selama 24 tahun sukses membawa identitas visual nusantara menembus panggung mode dunia. Mulai dari New York hingga Paris.
Tembus New York hingga Paris! Menpar Sebut JFC Jadi Ujung Tombak Diplomasi Mode Indonesia
Apresiasi khusus atas reputasi global JFC disampaikan langsung oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, dalam konferensi pers di Pendopo Wahyawibawagraha pada Minggu (26/7/2026).

Menpar memuji bagaimana talenta lokal Jember mampu mentransformasi kekayaan tradisi Indonesia menjadi karya haute couture kontemporer yang diakui secara global.
“Karya dan putri-putri Indonesia melalui ajang ini telah memenangkan penghargaan Best National Costume pada berbagai kontes kecantikan tingkat dunia, seperti Miss Universe dan Miss Supranational,” ungkap Menpar Widiyanti dengan bangga, Minggu (26/7/2026).
Bawa Misi ‘Storytelling’ Budaya dan Dorong Pariwisata
Keberhasilan meraih penghargaan busana terbaik di ajang seperti Miss Universe memberikan efek domino signifikan bagi citra bangsa. Setiap desain busana yang diproduksi di Jember membawa narasi (storytelling) yang mendalam. Terlebih lagi tentang mitologi, sejarah, flora, fauna, hingga warisan arsitektur nusantara kepada audiens internasional.
Publisitas global tersebut terbukti menarik perhatian dunia sekaligus memicu minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya ke Kabupaten Jember.
Komitmen Kemenpar untuk Terus Dukung JFC
Kementerian Pariwisata menilai konsistensi JFC selama lebih dari dua dekade dalam melahirkan desainer-desainer muda dari tingkat akar rumput merupakan capaian yang luar biasa. Regenerasi talenta tanpa kehilangan akar budaya lokal menjadi modal utama keberhasilan diplomasi mode ini.
Menpar menegaskan, pemerintah pusat siap menjadikan JFC sebagai salah satu ujung tombak utama kampanye promosi pariwisata internasional.
Sinergi antara kreativitas lokal Jember dan dukungan kebijakan makro pemerintah diharapkan semakin memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri kreatif berbasis budaya yang diperhitungkan di peta dunia. (Sg)










