Sulap Jadi Produk Mewah: Strategi Hilirisasi Tembakau Jember Sukses Naikkan Nilai Tambah

Paradigma pembangunan ekonomi berbasis agraria khususnya Tembakau di Kabupaten Jember resmi bergeser ke era industrialisasi hilir yang modern
FT : Paradigma pembangunan ekonomi berbasis agraria khususnya Tembakau di Kabupaten Jember resmi bergeser ke era industrialisasi hilir yang modern (Aye/sg)

SUARAGONG.COM – Paradigma pembangunan ekonomi berbasis agraria di Kabupaten Jember resmi bergeser menuju era industrialisasi hilir yang modern. Pemkab Jember menggeber program hilirisasi di sektor perkebunan. Untuk mengeliminasi kerugian sistemik akibat kebiasaan mengekspor bahan baku mentah (raw material) yang minim nilai tambah, Sabtu (19/9/2026).

Ubah Daun Mentah Jadi Produk Mewah, Strategi Hilirisasi Tembakau Jember Sukses Naikkan Nilai Tambah

Komoditas tembakau ditempatkan sebagai percontohan utama transformasi ekonomi daerah tersebut. Saat menggelar inspeksi dan dialog di pabrik cerutu PT Bin Cigar, Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) menjelaskan bahwa filosofi utama strategi hilirisasi adalah melipatgandakan nilai ekonomi dari setiap lembar daun tembakau lokal.

“Melalui industri cerutu ini, kita memperlihatkan bagaimana daun tembakau mentah bertransformasi menjadi produk mewah yang diakui dunia. Nilai tambah yang tercipta mengalir langsung ke dompet para pekerja kita. Menggerakkan toko kelontong di sekitar pabrik, dan menaikkan level kesejahteraan masyarakat,” ujar Gus Fawait.

Ia memaparkan bahwa jika selama ini petani hanya menjual daun tembakau kering atau rajangan dengan harga fluktuatif. Kini melalui keberadaan pabrikan cerutu lokal, daun-daun pilihan diolah melalui proses fermentasi, penyortiran ketat, hingga dilinting menjadi cerutu bernilai tinggi.

Baca Juga :Bupati Jember Apresiasi Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) 2025

Dampak Ekonomi Ganda dan Cetak Biru Komoditas Lain

Peningkatan nilai tambah (value added) ini memberikan dampak ganda yang signifikan bagi perekonomian domestik Jember:

  • Penyerapan Tenaga Kerja: Industri hilir cerutu membuka lapangan kerja masif bagi ribuan warga lokal, khususnya kaum perempuan yang memiliki ketelitian dalam proses melinting.
  • Penguatan Ekonomi Warga: Penyerapan tenaga kerja manufaktur ini terbukti mendongkrak pendapatan per kapita keluarga, menekan angka pengangguran terbuka, dan menyumbang retribusi daerah bagi APBD.
  • Insentif Regulasi: Pemkab Jember tengah merancang regulasi insentif pajak daerah untuk merangsang pelaku usaha mendirikan pabrik pengolahan lanjutan di dalam wilayah Jember.

Gus Fawait menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi tembakau akan dijadikan cetak biru (blueprint) Pemkab Jember. Yang mana untuk mengintervensi komoditas pertanian dan perkebunan lainnya agar tidak lagi dijual dalam bentuk mentah keluar daerah. (Aye/sg)