SUARAGONG.COM – Guys, ada kabar penting banget dari sektor energi nasional yang lagi ramai dibahas di lini masa! Kalau kamu sering isi bensin kendaraan pakai Pertamax, pasti ngerasa ada penyesuaian baru dong. Yap, Sekretaris Kabinet (Seskab) kita, Teddy Indra Wijaya, baru saja buka suara mengenai alasan di balik kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax yang sekarang naik menyentuh angka Rp 16.250 per liter untuk wilayah Jakarta.
Istana Buka Suara Soal Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Seskab Teddy menggarisbawahi kalau harga BBM nonsubsidi itu memang fluktuatif dan harus mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Seperti yang kita tahu, harga minyak dunia sempat melonjak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah beberapa waktu belakangan ini.
Tapi tenang, gaes, pemerintah gak lepas tangan begitu saja. Yuk, kita bedah klarifikasi resmi dari Istana dan Pertamina biar gak gagal paham:
Pertalite & Solar Ditahan, Pertamax Indonesia Ternyata Masih Jauh Lebih Murah!
Ada satu kabar baik yang perlu kamu catat: pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar sama sekali TIDAK NAIK!
“Harga minyak dunia naik drastis sejak Maret, tetapi pemerintah sudah menahan kenaikan selama berbulan-bulan,” ujar Teddy melalui unggahan di akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Sabtu (13/6/2026).
Seskab Teddy juga menambahkan, meskipun mengalami kenaikan, harga Pertamax di Indonesia itu sebenarnya masih jauh lebih murah kalau dibandingin sama BBM setara nilai oktan RON 92 atau 95 di negara-negara tetangga. Coba deh intip perbandingannya yang bikin elus dada ini:
- 🇵🇭 Filipina: Rp 22.158 per liter.
- 🇲🇲 Myanmar: Rp 25.085 per liter.
- 🇹🇭 Thailand: Rp 28.910 per liter.
- 🇱🇦 Laos: Rp 31.945 per liter.
- 🇸🇬 Singapura: Rp 42.971 per liter.
Update Harga Minyak Dunia: Mulai Ada Angin Segar?
Meskipun sempat melonjak, pada pekan ini harga Minyak West Texas Intermediate terpantau turun hampir 3% pada pembukaan menuju kisaran US$ 85 per barel. Sementara itu, minyak jenis Brent ditutup di dekat level US$ 90.
Penurunan harga minyak dunia ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kalau kesepakatan damai dengan Iran bisa saja ditandatangani paling cepat akhir pekan ini. Semoga saja situasi global makin mendingin ya, gaes!
Baca Juga : DOMPET MENJERIT! Harga Pertamax dan Pertamax Green Melonjak Drastis Per 10 Juni 2026
Penjelasan Pertamina Patra Niaga: Sudah Sesuai Aturan
Dari sisi operator, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga (PPN), Roberth MV Dumatubun, menjelaskan kalau penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green 95 ini sudah melalui proses evaluasi yang ketat dan sesuai formula harga dari pemerintah. Kenaikan ini juga sudah dikoordinasikan bareng pemerintah selaku regulator demi menjaga keberlanjutan pasokan energi berkualitas buat masyarakat.
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina per Liter Terbaru di Berbagai Wilayah
Biar gak bingung pas mampir ke SPBU, ini dia rangkuman harga BBM nonsubsidi Pertamina per liternya saat ini:
| Wilayah | Pertamax | Pertamax Turbo | Pertamax Green 95 | Dexlite | Pertamina Dex |
| Jawa, Bali & Nusa Tenggara | Rp 16.250 | Rp 20.750 | Rp 17.000 (Khusus Jawa) | Rp 23.000 | Rp 24.800 |
| Sumatera & Kalimantan | Rp 16.650 – Rp 17.000 | Rp 21.200 – Rp 21.650 | Tidak Tersedia | Rp 23.500 – Rp 24.000 | Rp 25.350 – Rp 25.900 |
| Sulawesi | Rp 16.650 | Rp 21.200 | Tidak Tersedia | Rp 23.500 | Rp 25.350 |
| Maluku & Papua | Rp 16.650 | Tidak Tersedia | Tidak Tersedia | Rp 23.500 | Rp 25.350 |
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi kayak Pertamax emang gak bisa dihindari karena dinamika pasar global dan konflik luar negeri. Tapi kita patut lega karena Pertalite dan Solar harganya tetap dikunci aman oleh pemerintah. Plus, kalau dibandingin sama Singapura yang seliter hampir Rp 43 ribu, harga BBM kita masih relatif aman di kantong mahasiswa atau pekerja muda. (Aye/sg)










