SUARAGONG.COM – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso menggelar kegiatan sosial Khitan Massal Modern di Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i.
Peringati Hari Anak Nasional: Pemkab Bondowoso Gelar Khitan Massal dengan Metode Thermoseal di Wringin
Dihadiri juga oleh Camat Wringin Misyono, jajaran Pemkab Bondowoso, perwakilan Kementerian Sosial RI melalui Sentra Mahatmiya Bali, Dinas Sosial P3AKB, bersama tenaga kesehatan Klinik Al Fatih. Serta para orang tua peserta.
Wakil Bupati menegaskan bahwa khitan massal ini merupakan bentuk kepedulian nyata pemerintah daerah dibidang kesehatan. Bersama-sama memangku kepentingan dalam menjaga kualitas kesehatan anak-anak.
“Khitan massal ini merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas kita kepada masyarakat. Selain menjadi bagian dari syariat Islam, khitan juga memiliki manfaat penting bagi kesehatan dan kebersihan anak-anak.” Ujar As’ad.
Implementasi Semangat ‘Bondowoso Berkah’
As’ad menjelaskan bahwa momentum HAN 2026 menjadi pengingat atas hak anak untuk tumbuh sehat, terlindungi, dan mendapatkan pendidikan yang layak. Melalui visi Bondowoso Berkah (Berkualitas, Akseleratif, dan Holistik), Pemkab berkomitmen menghadirkan layanan publik yang merata hingga ke pelosok desa.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor, mulai dari Kemensos RI, Dinsos P3AKB, Kecamatan Wringin, hingga Klinik Al Fatih dan para relawan medis.
“Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, berbakti kepada orang tua, serta menjadi kebanggaan agama, bangsa, dan Kabupaten Bondowoso,” tuturnya.
Baca Juga : PWI Bondowoso Resmi Dilantik Siap Kawal Daerah
Gunakan Metode Modern Thermoseal: Tanpa Suntik dan Jahit
Direktur Klinik Al Fatih Bondowoso, Gesit Wira, memaparkan bahwa sebanyak 36 anak mengikuti proses khitan dengan menggunakan teknologi Thermoseal.
Metode modern ini menawarkan berbagai keunggulan, di antaranya tanpa suntik, tanpa jahit, serta tanpa perban, sehingga meminimalkan rasa takut anak dan memungkinkan mereka langsung kembali beraktivitas dalam waktu singkat.
Camat Wringin, Misyono, menyampaikan apresiasinya atas dipilihnya Kecamatan Wringin sebagai pusat pelaksanaan program. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan tim medis dapat terus berlanjut untuk menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan. (Adv/Rokib/aye)










