SUARAGONG.COM – Angka pengangguran di Kota Malang kembali menjadi sorotan DPRD dalam pembahasan arah kebijakan anggaran 2027. Meski Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 5,69 persen pada 2025, angka tersebut masih berada di atas rata-rata Jawa Timur (Jatim) yang mencapai 3,88 persen.
Pengangguran Kota Malang turun, DPRD Masih Kasih Catatan
Catatan tersebut muncul dalam penyampaian pandangan fraksi terhadap Rancangan KUA dan PPAS APBD 2027. Fraksi PKS meminta penurunan TPT tidak sekadar menjadi angka dalam laporan, tetapi benar-benar diikuti program yang mampu membuka lapangan kerja.
Juru Bicara Fraksi PKS, Akdhiyat Syabril Ulum, mengatakan program ketenagakerjaan perlu diarahkan pada kebutuhan pasar. Menurutnya, pelatihan, penempatan tenaga kerja, pengembangan UMKM hingga investasi harus punya keterkaitan dengan penyerapan pekerja.
“Kebijakan ketenagakerjaan tidak cukup hanya berorientasi pada pelatihan dan kegiatan seremonial, tetapi harus mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja secara nyata,” ujar Akhdiyat, Senin (21/9/2026).
Fraksi NasDem-PSI juga menyoroti hal serupa. Juru bicaranya, Suyadi, menilai pertumbuhan ekonomi, peningkatan IPM, serta penurunan kemiskinan dan gini rasio perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesempatan kerja.
Ia juga mempertanyakan target TPT dalam rancangan KUA 2027 yang dipatok turun dari 5,69 persen menjadi 5,60 persen. Sebab, pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan harus ikut memberi dampak pada pasar kerja.
Baca Juga : DPRD Kota Malang Dorong Pemetaan Akurat untuk Tekan Pengangguran
Pemkot Optimis Tekan Pengangguran Via Investasi dan Ekonomi Kreatif
Di sisi lain, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan optimisme target tersebut dapat dicapai. Salah satu tumpuannya adalah investasi yang masuk ke Kota Malang serta perkembangan sektor ekonomi kreatif.
“Dengan adanya investasi masuk, tentu juga akan ada pengurangan pengangguran. Kemudian ada juga pengangguran informal. Sekarang kita banyak wadah kreatif, sehingga mereka tidak bekerja di sektor formal tetapi bisa mengurangi pengangguran,” jelas Wahyu.
Pemkot sebelumnya mencatat ekonomi Kota Malang tumbuh 5,92 persen pada 2025. Struktur ekonomi daerah masih didominasi perdagangan besar dan eceran serta industri pengolahan.
Wahyu menyebut target TPT 2027 telah disusun berdasarkan potensi dan persoalan daerah yang tertuang dalam RPJMD. Target tersebut masih memungkinkan ditekan lebih rendah apabila berbagai potensi ekonomi dapat berkembang. (Aye/sg)










