SUARAGONG.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menemukan 20 kasus influenza dari hasil pemeriksaan terhadap warga yang masuk pemantauan Influenza-Like Illness (ILI) hingga pekan ke-36 2026. Dari jumlah tersebut, 12 kasus merupakan Influenza A(H3N2), tujuh kasus Influenza A(H1N1) pdm09, dan satu kasus Influenza B Victoria. Sementara itu, dari total 59 orang yang diperiksa, 39 orang dinyatakan tidak terkonfirmasi influenza.
Dinkes Kota Malang Mencatat 20 Kasus Influenza Hingga pekan ke-36 2026
Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif mengatakan, H3N2 menjadi salah satu jenis yang perlu mendapat perhatian. Menurutnya, keluhan pada sebagian pasien dapat terasa lebih berat dibandingkan jenis influenza lainnya, meski tingkat keparahan tetap dipengaruhi kondisi daya tahan tubuh masing-masing orang.
“Yang harus diwaspadai memang H3N2, karena itu yang kita sebut sebagai super flu, karena keluhannya lebih banyak dan lebih berat dibandingkan dengan tipe yang lainnya. Tapi itu semuanya tergantung dari imunitas daya tubuh seseorang,” ujar Husnul, Senin (21/9/2026).
Gejala influenza pada dasarnya bisa menyerupai flu biasa. Namun, ketika keluhannya lebih berat, penderita dapat mengalami demam, batuk, nyeri tubuh, dan sakit kepala.
Dinkes Kota Malang melakukan pemantauan influenza melalui fasilitas kesehatan. Pemeriksaan dan pengambilan sampel ILI dilakukan melalui layanan sentinel di Puskesmas Dinoyo sebelum sampel diperiksa lebih lanjut di laboratorium.
Baca Juga : Dugaan Korupsi Ambulans! Kantor Dinkes Kabupaten Malang Digeledah
Waspada dan Kenakan Masker
Husnul mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kondisi tubuh dan mengurangi paparan yang dapat mengganggu saluran pernapasan, seperti debu dan asap.
Penggunaan masker juga dianjurkan, terutama ketika berada di luar rumah atau berkumpul dengan banyak orang. Langkah sederhana ini menjadi salah satu cara untuk mengurangi paparan dan risiko penularan penyakit saluran pernapasan.
“Bagaimana mencegah supaya mempersiapkan daya tahan tubuhnya baik, kemudian mengurangi paparan debu, sehingga pemakaian alat pelindung diri minimal masker diperlukan saat di luar, saat kumpul dengan komunitas,” pungkasnya. (Aye/sg)










