Didik Gatot Usul Budget MBG Daerah Mapan Digeser Buat Bantuan Sekolah

Didik Gatot Subroto, mengusulkan agar pemerintah segera mengevaluasi sasaran penerima manfaat program tersebut agar lebih tepat sasaran
Didik Gatot Subroto, mengusulkan agar pemerintah segera mengevaluasi sasaran penerima manfaat program tersebut agar lebih tepat sasaran (Ist)

SUARAGONG.COM Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat terus memantik diskusi taktis dari berbagai tokoh politik di daerah. Terbaru, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, mengusulkan agar pemerintah segera mengevaluasi sasaran penerima manfaat program tersebut. Agar lebih tepat sasaran dan efisien, Nawak.

Didik Gatot Usul Anggaran MBG di Daerah Mapan Dialihkan Buat Biaya Pendidikan

Sam Didik Gatot ini menilai, program MBG idealnya tidak perlu dipaksakan berjalan merata di seluruh wilayah Indonesia. Daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi wajib menjadi skala prioritas utama. Sementara untuk daerah atau desa yang kondisi ekonominya sudah mapan dan mandiri, anggarannya dinilai lebih berfaedah jika dialihkan untuk bantuan biaya pendidikan.

“Lebih baik diberikan secara terbatas sebagai role model terlebih dahulu. Karena itu perlu dilakukan pendataan terhadap warga atau anak-anak yang benar-benar berhak menerima,” tegas Didik Gatot Subroto kepada Suara Gong.

Desa Mandiri Mending Disuntik Bantuan Biaya Sekolah

Sam Didik mencontohkan, realita di lapangan menunjukkan bahwa desa-desa yang sudah mandiri secara ekonomi tidak lagi memiliki kerentanan gizi yang sama dengan wilayah pelosok atau miskin. Di sinilah fungsi pendekatan berbasis data akurat diperlukan agar anggaran negara gak buang-buang duit secara mubazir.

“Kalau desa-desa sudah mandiri dan kondisi ekonominya baik, program MBG bisa dialihkan untuk program lain, misalnya bantuan biaya pendidikan. Kita tahu masih ada berbagai kebutuhan pendidikan yang harus ditanggung masyarakat meski sekolah disebut gratis,” imbuhnya.

Baca Juga : 35 Dapur MBG di Kabupaten Malang Sudah Terima SLHS

Investasi Pendidikan Jangka Panjang Lebih Mbois

Mantan Wakil Bupati Malang ini meyakini kalau pergeseran alokasi anggaran ke sektor pendidikan di daerah mapan bakal memberikan output jangka panjang. Hal ini dinilai jauh lebih dahsyat buat peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Baginya, meringankan beban biaya sekolah anak-anak dari jenjang dasar hingga atas secara totalitas adalah kunci taktis memutus rantai kemiskinan sistemik.

“Ketika anggaran itu diarahkan untuk mendukung pendidikan, anak-anak kita dalam 10 hingga 30 tahun ke depan memiliki peluang lebih besar untuk mengubah masa depannya.” Pungkas Didik optimis. (Aye/sg)