News  

Sempat Ricuh! Pemkot Surabaya Evaluasi Total Konser Denny Caknan!

Pagar Jebol Sampai Korban Patah Tulang, Pemkot Surabaya Evaluasi Total Konser Gratis Denny Caknan!
Pagar Jebol Sampai Korban Patah Tulang, Pemkot Surabaya Evaluasi Total Konser Gratis Denny Caknan!

SUARAGONG.COM Konser gratis emang selalu menarik massa, tapi kalau sampai overcapacity bisa berujung bahaya. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat melakukan evaluasi total setelah agenda konser Denny Caknan di kawasan eks Hi-Tech Mall pada Minggu (5/7/2026) malam kemarin berakhir ricuh.

Pagar Jebol Sampai Korban Patah Tulang, Pemkot Surabaya Evaluasi Total Konser Gratis Denny Caknan!

Konser yang awalnya digelar sebagai perayaan soft launching Surabaya Expo Center (SUBEC) itu mendadak chaos. Setelah jumlah penonton yang datang membeludak jauh di luar prediksi tim panitia di lapangan.

Padahal Sudah Pakai Sistem Gelang, Kok Bisa Jebol?

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan kalau konser gratis sebenarnya bukan alasan utama terjadinya kericuhan. Selama ini, Pemkot Surabaya sering bikin acara hiburan gratis dan selalu berjalan tertib.

Untuk konser Denny Caknan kemarin, panitia bahkan sudah menyiapkan sistem registrasi gelang khusus yang diprioritaskan buat warga Surabaya. Namun, realita di lapangan justru di luar kendali.

“Sebelumnya juga sudah disiapkan sistem gelang untuk warga Surabaya yang datang. Tapi kemarin katanya sampai membludak (hingga pagar pembatas jebol). Makanya saya akan tanyakan kepada teman-teman yang ada di lapangan, sebenarnya apa yang menjadi penyebab kejadian tersebut,” ujar Cak Eri, Senin (6/7/2026).

Pihak pemkot juga tengah menelusuri apakah membeludaknya penonton ini dipicu oleh banyaknya pengunjung dari luar daerah Surabaya yang nekat merapat ke lokasi.

Dua Petugas Alami Patah Tulang, Biaya Operasi Ditanggung Pemkot

Kericuhan tersebut sayangnya memakan korban luka berat. Berdasarkan data sementara, ada dua petugas pengamanan yang mengalami patah tulang saat mencoba mengondisikan massa. Mereka adalah seorang anggota Babinsa dan seorang petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Surabaya.

Merespons hal ini, Cak Eri memastikan Pemkot Surabaya bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.

“Yang mengalami patah tulang ada dua orang dan semuanya sudah dibantu oleh Pemerintah Kota Surabaya. Operasinya juga kita tangani,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Baca Juga : Rusunami Gen Z Surabaya Disiapkan di Tiga Lokasi

Perbaikan Manajemen Event Skala Besar di Surabaya

Gak mau kejadian serupa terulang lagi, hasil evaluasi dari para petugas lapangan, DPRD Kota Surabaya, hingga Wakil Wali Kota bakal dihimpun jadi satu.

Nantinya, poin-poin tersebut bakal dipakai buat merombak total sistem pengamanan, memperketat pengendalian kapasitas (crowd control), serta membenahi manajemen event berskala besar di Kota Pahlawan ke depannya agar keselamatan penonton maupun petugas lebih terjamin. (Aye/sg)