Momen Hari Fraksi: PKB Kota Batu Buka Kran Aspirasi

Hari Fraksi PKB Kota Batu Serap Masalah Akar Rumput, Dari Krisis Guru Inklusi Sampai Ide Parkir Bawah Tanah!
Hari Fraksi PKB Kota Batu Serap Masalah Akar Rumput, Dari Krisis Guru Inklusi Sampai Ide Parkir Bawah Tanah!

SUARAGONG.COMRumah Aspirasi Fraksi PKB Kota Batu mendadak ramai diserbu warga, pendidik, hingga pelaku usaha pada Jumat (17/7/2026) kemarin. Momen “Hari Fraksi” ini sengaja dimanfaatkan oleh para wakil rakyat dari partai berlambang bola dunia tersebut bukan sekadar buat formalitas serap aspirasi kaku. Melainkan diubah jadi wadah kolaborasi seru buat merumuskan arah masa depan Kota Batu.

Buka Kran Aspirasi : Hari Fraksi PKB Kota Batu Serap Masalah Akar Rumput

Diskusi hangat nan gayeng ini dipimpin langsung oleh Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Batu, Hasan Abdillah, didampingi Bendahara PKB Didik Subianto. Serta jajaran anggota fraksi mbois lainnya seperti Sudiono, Nur Ali, dan Rosidah Erawati.

Cek Fakta Pipa Air Bersih Dusun Ngandat

Salah satu isu panas yang langsung mencuat ke permukaan datang dari warga RT 15 RW 06 Dusun Ngandat. Perwakilan warga mempertanyakan kejelasan proyek infrastruktur air bersih berupa pemasangan pipa HDPE yang direncanakan membentang dari Dok Rejoso menuju Punden Mbok Tarminah. Pasalnya, sempat berembus isu liar kalau program vital ini batal terlaksana.

Mendengar keresahan warga, legislator senior PKB, Sudiono, langsung pasang badan dan menegaskan pihaknya gak bakal membiarkan informasi simpang siur menggelinding tanpa kejelasan.

“Aspirasi ini akan segera kami koordinasikan dengan dinas terkait agar warga memperoleh kepastian mengenai proses dan kelanjutan program pemasangan pipa HDPE tersebut,” tegas Sudiono sat-set.

Baca Juga : DPC PKB Kota Batu Tegaskan Komitmen Jalankan Instruksi Partai

Spill Rapor Merah Sektor Pendidikan: Kurang Guru Inklusi!

Gak cuma urusan air bersih, sektor pendidikan di Kota Wisata Batu ternyata juga dapat sorotan tajam, rek! Perwakilan dari beberapa sekolah dasar, seperti SDN Tulungrejo 04, SDN Giripurno 02, SDN Pandanrejo 02, dan SDN Pesanggrahan 02 kompak mengeluhkan minimnya tenaga pengajar spesifik.

Sekolah-sekolah ini butuh banget tambahan pasokan guru PJOK, guru Agama, hingga Guru Pendamping Inklusi buat anak-anak berkebutuhan khusus. Selain krisis SDM, isu fisik kayak kebutuhan perbaikan infrastruktur di SD Sisir dan SD Temas juga ikut disodorkan. Anggota DPRD Kota Batu, Rosidah Erawati, berjanji bakal langsung membawa rapor merah ini ke meja Dinas Pendidikan Kota Batu. Sehingga keberlanjutannya bisa cepat dieksekusi.

Muncul Ide Visioner: Skena Parkir Bawah Tanah Hingga Geser Pusat Ekonomi

Menariknya, forum ini gak cuma berisi keluh kesah lho gaes, tapi juga melahirkan ide-ide visioner yang out of the box. Pelaku usaha sekaligus tokoh masyarakat setempat, Suryo, melemparkan sejumlah gagasan berani demi mendongkrak ekonomi daerah:

  • Digitalisasi Pajak: Modernisasi sistem pajak dan retribusi biar gak ada lagi kebocoran PAD.
  • Geser Titik Pertumbuhan: Memeratakan ekonomi dengan menggeser pusat pertumbuhan baru ke arah Pandanrejo. Atau Beji biar gak menumpuk di pusat kota.
  • Amfiteater & Kreativitas: Mengusulkan pembangunan amfiteater seni, sayembara desain tata kota, serta pengelolaan wahana bianglala lewat kemitraan swasta.
  • Solusi Macet Anti-Ribet: Pembangunan kantong parkir bawah tanah di kompleks Balai Kota Among Tani.

Di akhir sesi, Sudiono kembali menegaskan komitmen penuh Fraksi PKB untuk mengawal seluruh masukan mbois dari warga ini agar tidak berakhir di laci meja rapat. Melainkan masuk ke dalam dokumen kebijakan resmi pemerintah daerah. Mantap pol! (Aye/Mf/sg)