SUARAGONG.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 resmi ditutup dengan cara yang edukatif dan berfaedah banget, rek! Gak cuma diisi dengan kegiatan seremonial, momen penutupan MPLS di SMK Negeri 2 Singosari, Kabupaten Malang langsung diserbu oleh personel Satlantas Polres Malang pada Jumat (17/7/2026).
Satlantas Polres Malang Kasih Pembekalan Mbois Pas Penutupan MPLS SMKN 2 Singosari!
Ratusan siswa baru kelas X, dewan guru, hingga panitia OSIS kompak kumpul bareng buat dengerin pembekalan krusial. Tim Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Malang turun tangan langsung demi menanamkan mindset tertib berlalu lintas. Sekaligus menjadi momen membentengi para pelajar dari perilaku toksik seperti bullying dan kenakalan remaja.
Pelajar Kudu Paham Etika Jalanan, Jangan Asal Ngegas!
Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chlvin, nge-spill kalau pelajar itu masuk dalam kategori generasi produktif. Dimana pelajar bakal menggunakan jalan raya setiap hari. Makanya, kesadaran berkendara yang aman kudu disuntikkan sejak dini biar gak memicu kecelakaan.
Dalam sesi ini, personel kepolisian mewanti-wanti para siswa tentang pentingnya memakai helm berstandar SNI, patuh sama rambu-rambu lalu lintas, dan menjauhi gaya berkendara ugal-ugalan. Di mana semua itu bisa membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
“Kami ingin menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini, sekaligus memberikan pemahaman mengenai bahaya bullying dan kenakalan remaja agar mereka mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai,” tegas AKP Muhammad Alif Chlvin sat-set.
Baca Juga : Satlantas Polres Batu Beri Edukasi Lewat Program Polantas Menyapa
Gak Jaman Saling Bully, Stop Kenakalan Remaja!
Bukan cuma urusan aspal jalanan, iklim di dalam area sekolah juga jadi sorotan utama. Para siswa baru dikasih pembekalan intensif soal pencegahan perundungan (bullying), bahaya pergaulan bebas, hingga ragam kenakalan remaja lainnya. Langkah preventif ini diambil biar karakter disiplin dan rasa tanggung jawab siswa bisa terbentuk sejak pertama kali masuk sekolah. Pihak kepolisian berharap materi ini gak cuma masuk kuping kiri keluar kuping kanan, tapi beneran diaplikasikan dalam tongkrongan sehari-hari.
Sementara itu, Kasihumas Polres Malang, AKP M. Budiono, menambahkan kalau gerilya edukasi ke sekolah-sekolah ini udah dilakukan di berbagai wilayah Kabupaten Malang selama pekan MPLS bergulir. Ini bukti nyata kalau Polres Malang berkomitmen penuh membangun kesadaran hukum sejak usia sekolah demi meminimalisir potensi pelanggaran hukum di kalangan remaja.
“Melalui kegiatan edukasi di masa MPLS, kami berharap para pelajar memiliki bekal pengetahuan untuk menjadi generasi yang disiplin, taat aturan, serta mampu menjauhi perilaku yang berpotensi melanggar hukum,” pungkas Budiono. (San/aye/sg)










