Bupati Malang Sanusi Paparkan Tema Pembangunan 2027: Fokus Ekonomi Lokal

Bupati Malang Sanusi Paparkan Tema Pembangunan 2027 Kabupaten Malang yang Berfokus pada Penguatan Ekonomi Lokal dan Sumber Daya Manusia
Bupati Malang Sanusi Paparkan Tema Pembangunan 2027 Kabupaten Malang yang Berfokus pada Penguatan Ekonomi Lokal dan Sumber Daya Manusia

SUARAGONG.COM Bupati Malang Sanusi memaparkan arah pembangunan Kabupaten Malang untuk Tahun 2027. Hal ini diutarakan saat menyampaikan Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang, Rabu (15/7/2026) siang.

Bupati Malang Sanusi Paparkan Tema Pembangunan 2027, Fokus Perkuat Ekonomi Lokal dan SDM

Dalam rapat yang digelar di ruang sidang DPRD Kabupaten Malang tersebut, Sanusi menegaskan bahwa penyusunan KUA dan PPAS 2027 mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Malang Tahun 2027. Yang mana telah ditetapkan melalui Peraturan Bupati Malang Nomor 24 Tahun 2026. Dokumen tersebut juga menjadi penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang Tahun 2025–2029.

Sanusi menjelaskan, tema pembangunan Kabupaten Malang pada 2027 adalah “Penguatan Ekonomi melalui Pemantapan Ekonomi Lokal Sektor Unggulan dan Penguatan SDM dalam rangka Pemulihan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat.”

Menurutnya, tema tersebut menjadi landasan utama Pemerintah Kabupaten Malang dalam menyusun arah pembangunan sekaligus kebijakan penganggaran pada tahun mendatang.

“Implementasi kebijakan pembangunan diarahkan dengan meningkatkan ketahanan ekonomi melalui penguatan sektor-sektor lokal, pemerataan pembangunan infrastruktur dasar dan sosial, serta pengembangan kota-kota sekunder,” ujar Sanusi dalam penyampaiannya di hadapan anggota DPRD.

Proyeksi Pusat Pertumbuhan Baru : Karangploso, Pakisaji, dan Singosari

Ia menyebutkan, pengembangan wilayah tidak hanya berpusat pada kawasan perkotaan, tetapi juga diarahkan pada kota-kota sekunder seperti Karangploso, Pakisaji, dan Singosari. Ketiga kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan baru yang mampu mendorong pemerataan pembangunan di Kabupaten Malang.

Selain itu, arah pembangunan juga diselaraskan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), di antaranya melalui pembangunan berbagai fasilitas umum strategis. Beberapa program yang menjadi perhatian meliputi :

  1. Pengembangan Alun-alun Kepanjen,
  2. Pembangunan kampus pendidikan tinggi, hingga;
  3. Peningkatan konektivitas wilayah melalui sistem transportasi regional.

Sanusi menegaskan, kebijakan penganggaran dalam KUA dan PPAS 2027 tidak hanya bertujuan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan. Tetapi juga menjadi instrumen fiskal untuk mencapai target pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2025–2029.

Tantangan di Tahun 2026 Ini

Dalam kesempatan itu, Sanusi juga menyoroti kondisi ekonomi global yang masih diwarnai berbagai tantangan. Mulai dari ketidakpastian geopolitik, perubahan pola perdagangan internasional, hingga fluktuasi harga komoditas dunia. Menurutnya, berbagai dinamika tersebut harus menjadi perhatian dalam menyusun kebijakan pembangunan daerah. Agar tetap mampu menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat daya saing Kabupaten Malang.

Baca Juga : BKAD Kabupaten Malang Targetkan Lelang Mobil Dinas Rampung Akhir 2026

Target Dibidang Ekonomi

Sebagai dasar penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027, Pemerintah Kabupaten Malang menargetkan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5,17 hingga 6 persen. Selain itu, pemerintah daerah juga menargetkan penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,29–5,47 persen. Tingkat kemiskinan pada kisaran 7,12–7,94 persen. Serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 74,35–75,25.

Sanusi berharap seluruh perangkat daerah mampu menerjemahkan arah pembangunan tersebut ke dalam program kerja yang terukur, efektif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi kunci agar target pembangunan Kabupaten Malang pada 2027 dapat tercapai sekaligus mempercepat pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat. (Aye/sg)