News  

Polemik Jalan Griya Shanta, Wali Kota Malang Siap Buka Ruang Dialog

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, merespon aspirasi warga Griya Shanta terkait rencana pembukaan Jalan Tembus Candi Panggung – Soekarno Hatta
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat usai Rapat Paripurna DPRD (13/7) Gedung Dewan Kota Malang

SUARAGONG.COM – Merespon tuntutan warga Perumahan Griya Shanta yang meminta pimpinan daerah turun langsung menyelesaikan polemik Jalan Tembus Candi Panggung–Soekarno Hatta, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa pihaknya tetap menghormati aspirasi masyarakat dan siap membuka ruang dialog.

Soal Polemik Jalan Tembus Griya Shanta, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Siap Buka Ruang Dialog

Terkait permintaan sebagian warga yang menginginkan persoalan tersebut ditempuh melalui jalur hukum, Wali Kota Wahyu menyatakan sangat menghormati langkah tersebut. Meski demikian, ia menilai secara legalitas status aset jalan tersebut pada dasarnya telah selesai.

“Kan mereka yang meminta untuk masalah diproses hukum. Ya kita ikuti proses hukum saja. Nanti kalau saya datang ke sana, nanti menyalahi proses hukum. Jadi mereka yang meminta sendiri proses hukum, mari kita ikuti proses hukumnya,” ujar Wahyu Hidayat pada Selasa (28/7/2026).

Bagian Hukum dan Ombudsman Tegaskan Aset Pemkot

Berdasarkan kajian dari Bagian Hukum Pemkot Malang, status lahan di kawasan tersebut sudah terang benderang tercatat sebagai aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Langkah Pemkot Malang juga diperkuat oleh rekomendasi dari Ombudsman Republik Indonesia yang menegaskan bahwa aset tersebut merupakan milik pemerintah daerah.

“Padahal proses hukumnya sebenarnya sudah selesai. Dari beberapa pertimbangan saya, dari Bagian Hukum juga memberikan masukan, sebenarnya sudah selesai karena terkait tanah itu sudah jelas aset Pemkot. Meski begitu, kita tetap menghormati dan membuka dialog,” imbuhnya.

Baca Juga : Walikota Malang Wahyu Hidayat Suka Berpantun Usai Kegiatan

Aksi Doa Bersama Warga RW XII

Sebelumnya pada Selasa (28/7/2026) pagi, warga Perumahan Griya Shanta khususnya di lingkup RW XII menggelar aksi doa bersama dengan membaca Salawat Asyghil.

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan penolakan warga terhadap rencana pembukaan Jalan Tembus Candi Panggung–Soekarno Hatta. Warga merasa kawasan permukiman yang telah mereka tempati selama puluhan tahun tersebut selama ini berjalan aman dan nyaman. (Aye/Sg)