SUARAGONG.COM – Keberhasilan penerapan model pembelajaran dan pelestarian aksara Jawa berbasis teknologi digital serta ekonomi kreatif di Malang mendorong Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, memperluas program tersebut ke seluruh satuan pendidikan di Jawa Timur. Malang dinilai sukses menjadi laboratorium percontohan bagaimana aksara Jawa dilestarikan secara modern dan relevan bagi Gen Z.
Sri Untari Perluas Pelestarian Aksara Jawa: Model Pembelajaran Malang Bakal Diterapkan di Seluruh Sekolah Jatim!
Komitmen tersebut disampaikan Untari saat menggelar Sosialisasi bertajuk ‘Menjaga Warisan, Merawat Identitas: Penguatan Bahasa dan Aksara Jawa Bagi Anak Muda di Kabupaten Malang’ . Dilaksanakan bersama seluruh Kepala SMA negeri dan swasta se-Kabupaten Malang, Sabtu (5/9/2026).
“Berbagai upaya ini akan saya perkuat dan perluas lagi ke seluruh satuan pendidikan di Jawa Timur.” Tegas politisi senior PDI Perjuangan tersebut.
Ubah Metode Kuno Jadi Adaptif Digital dan Pop-Culture
Untari menegaskan, pelestarian aksara Jawa tidak boleh lagi berhenti sekadar menjadi artefak museum atau materi hafalan yang menakutkan di sekolah. Pemanfaatan Peraturan Daerah (Perda) Jatim Nomor 6 Tahun 2024 tentang Pemajuan Kebudayaan dan Pergub Jatim Nomor 26 Tahun 2025 harus diturunkan dalam langkah teknis yang menyenangkan.
Melalui pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) dan Culturally Responsive Teaching (CRT), tingkat ketuntasan belajar siswa di SDN Tlogomas 2 Malang melonjak drastis dari 42 persen menjadi 89,28 persen.
Baca Juga : Sri Untari Perjuangkan Kesetaraan Bantuan Operasional Pendidikan
Selain di kelas, aksara Jawa di Malang juga dibiasakan mengetik pada papan tombol gawai berbasis SNI 9047:2021 dan Unicode A980–A9DF, desain identitas visual UMKM via Proyek P5, ekspresi leksikon Boso Walikan, hingga kompetisi kaus distro dan integrasi ke turnamen e-sports.
“Pelajar tidak boleh lagi menganggap aksara Jawa itu rumit atau kuno. Kita ubah cara pandangnya dengan masuk ke ekosistem kreatif anak muda,” jelas Untari.
4 Rekomendasi Strategis untuk Jawa Timur
Melihat hasil manis di Malang, Sri Untari merumuskan empat langkah strategis untuk diterapkan secara masif di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur:
- Replikasi Model Pembelajaran: Mengadopsi metode pengajaran kontekstual dan intervensi berbasis riset Malang ke seluruh sekolah se-Jatim.
- Standardisasi Teknologi Digital: Mendorong pelatihan keyboard digital berbasis SNI 9047:2021. Dan Unicode bagi guru melalui program Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
- Ekosistem P5 Berbasis Ekonomi Kreatif: Mewajibkan proyek aksara Jawa berbasis produk industri kreatif lokal dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
- Dukungan Domain Internasional: Memanfaatkan data riset Malang untuk mendukung pengajuan ulang domain Internationalized Domain Name (IDN) aksara Jawa ke ICANN.
(Aye/sg)










