News  

H-2 Harmoni 2026, Griya Kriya Topeng Ramah Difabel Gelar Lomba dan Bazar UMKM

anggar Seni Budaya Anak Nareswari sukses menggelar hari kedua acara Harmoni Griya Kriya Topeng Ramah Difabel 2026.
anggar Seni Budaya Anak Nareswari sukses menggelar hari kedua acara Harmoni Griya Kriya Topeng Ramah Difabel 2026.

SUARAGONG.COM– Sanggar Seni Budaya Anak Nareswari sukses menggelar hari kedua acara Harmoni Griya Kriya Topeng Ramah Difabel 2026. Berletak di Jalan Kyai Parseh Jaya No. 29, Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin (31/8/2026) Pagi.

Hari Kedua Harmoni 2026, Griya Kriya Topeng Ramah Difabel

Berbeda dengan hari pertama yang difokuskan khusus bagi anak-anak disabilitas, agenda hari kedua dikemas lebih inklusif. Dengan membuka panggung penampilan seni dan ajang perlombaan kreatif untuk masyarakat umum.

Ketua Sanggar Budaya Anak Nareswari sekaligus Ketua Pelaksana Harmoni 2026, Ndaru Lazarus, mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan hari kedua dimeriahkan dengan lomba diamond painting tingkat TK, lomba melukis topeng 3D jenjang SD–SMA, hingga lomba membatik kategori umum.

“Hari kedua ini fokus kami adalah memberikan ruang penampilan dan perlombaan bagi masyarakat umum,” ujar Ndaru.

Kolaborasi 20 UMKM dan 13 SLB se-Kabupaten Malang

Tak hanya perlombaan seni, kemeriahan acara juga didukung oleh bazar yang melibatkan 20 pelaku UMKM. Sebanyak 7 UMKM berasal dari warga lokal Kelurahan Bumiayu dan Umum. Sementara 13 stan UMKM lainnya merupakan hasil produk karya dari Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kabupaten Malang.

Meski sempat terkendala jumlah personel panitia di lapangan karena bertepatan dengan hari kerja, dukungan dari relawan mahasiswa Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Binus, dan Universitas Ma Chung membuat acara tetap berjalan lancar.

Baca Juga : Sanggar Nareswari Gelar Workshop Melukis Topeng Malang bagi Anak Difabel

Ruang Ekspresi Seni Inklusif dan Penguatan Budaya

Ndaru menegaskan bahwa acara Harmoni digagas sebagai wadah inklusif agar teman-teman berkebutuhan khusus memiliki ruang mengekspresikan bakat seni mereka. Mulai dari tari hingga melukis.

Sebagai penggiat seni, ia mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat Kota Malang terhadap event kebudayaan lokal yang belakangan terus meningkat.

“Budaya itu adalah kehidupan itu sendiri. Kami berharap masyarakat semakin menyadari bahwa budaya hadir dari mana kita berasal dan bukan sesuatu yang membebankan,” pungkasnya.

Ndaru berharap masyarakat semakin menyadari bahwa budaya bukan sekadar warisan turun-temurun dengan berbagai pakem dan aturan, melainkan bagian dari kehidupan itu sendiri yang tumbuh dari tempat asal masing-masing.

“Budaya itu adalah kehidupan itu sendiri, dari Malang juga, dari tempat kita berasal. Jadi di mana pun akan ada budaya dan bukan suatu yang kita anggap membebankan,” katanya.

Ia menyebut, rangkaian acara Harmoni 2026 pada hari terakhir masih akan diisi dengan penampilan seni hingga lomba melukis topeng bagi peserta umum.

Daftar Juara Lomba Tingkat SLB

Berikut daftar juara dari rangkaian lomba yang digelar khusus untuk pelajar SLB pada hari pertama:

Lomba Mewarna Topeng Tingkat SD-LB

  • Zikal Vegan Alfazil – SLB Bimantara
  • Bima – SLB Putra Harapan
  • Arimbi Ayu – SLB Al Firma’una
  • Lomba Mewarna Topeng Tingkat SMP-LB
  • Atiqa Bilqis – SMPN 17 Kelas Inklusi
  • Dinda Ayu – SLB BC PGRI Sumberpucung
  • Yusuf R. – SLB Pembina

Lomba Melukis Topeng 3D Tingkat SMA-LBA.

  • Dzalikal Denovan – SLB PGRI
  • Vinsa – SLB DW 03 Turen
  • Sera S. – SLB Idayu 2

Parade Tari

  • SLBN Pembina Tingkat Nasional Bagian C
  • SLB Putra Harapan Karangkates
  • SLB Dharma Wanita 03 Turen

(Aye/Sg)