SUARAGONG.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menggaransi penuh seluruh biaya perawatan dan pengobatan para siswa yang menjadi korban dugaan kasus keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Kamis (3/9/2026) siang, jumlah korban di Kabupaten Sidoarjo melonjak drastis hingga menyentuh angka 668 orang. Di samping temuan kasus serupa di Kabupaten Nganjuk dan Jombang.
Pemprov Jatim Garansi Penuh Biaya Pengobatan Korban Keracunan MBG, Emil Dardak Siapkan Anggaran BTT
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa penanganan medis seluruh korban menjadi prioritas paling mendesak saat ini. Pemprov Jatim memastikan ketersediaan logistik kesehatan serta dukungan anggaran penuh untuk daerah terdampak.
“Harus ditanggung negara. Kami sudah berkoordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan, logistik seperti obat-obatan dan cairan infus dari unit-unit Pemprov dalam kondisi cukup. Mengenai pembiayaannya nanti dibicarakan dengan Pemprov. Jika anggaran di Dinas Kesehatan tidak memadai, kita siapkan skema Belanja Tidak Terduga (BTT).” Tegas Emil usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jatim, Kamis (3/9/2026).
Evaluasi Penyedia dan Dugaan Keterlambatan Pengiriman
Terkait legalitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sidoarjo yang memicu insiden tersebut, Emil mengonfirmasi bahwa pihak penyedia sebenarnya telah mengantongi Sertifikat Layak Higiene Sanitasi (SLHS). Namun, indikasi awal mengarah pada persoalan keterlambatan distribusi makanan ke sekolah-sekolah.
“Sertifikasi SLHS menilai kelaikan sarana prasarana, personel, hingga kualitas air. Namun dugaan sementara keracunan ini terjadi karena keterlambatan pengiriman. Artinya, implementasi SOP seperti kewajiban labeling waktu konsumsi harus dijalankan secara patuh dan konsisten,” jelas Emil.
Saat ini Pemprov Jatim bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo tengah berkoordinasi intensif dengan Badan Gizi Nasional (BGN) serta Kementerian Kesehatan untuk mengevaluasi status keberlakuan SLHS penyedia tersebut.
Baca Juga :Pemprov Jatim Genjot Inseminasi Buatan
Pantau Kasus Nganjuk dan Jombang
Selain berfokus pada ratusan korban di Sidoarjo, Pemprov Jatim terus memantau perkembangan kasus terpisah di Nganjuk yang mencatat lebih dari 100 korban dari jenjang SD hingga SMA, serta temuan kasus baru di Kabupaten Jombang.
“Penyebab spesifik di wilayah lain masih terus ditelusuri oleh BGN bersama Dinas Kesehatan setempat. Fokus kami adalah memastikan semua anak yang mengeluhkan gejala segera mendapat perawatan dan tidak ada yang tertahan di rumah,” pungkas Emil.
Mengenai sanksi atau pembekuan operasional dapur SPPG, Pemprov Jatim menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada BGN pusat selaku pemegang kewenangan program nasional. (Aye/sg)










