SUARAGONG.COM – Pembangunan daerah tidak melulu berkutat pada perbaikan jalan, gedung, dan infrastruktur fisik semata. Pembangunan yang sejati harus menyentuh sisi kemanusiaan, merawat kebersamaan, mengasah kreativitas, serta memperkuat karakter masyarakat. Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., saat menghadiri sekaligus membuka gelaran Mendalankulon Tempo Doeloe yang berlangsung di Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Kamis (3/9/2026) malam.
Mendalankulon Tempo Doeloe Wagir! Bupati Malang Tegaskan Pembangunan Tak Cuma Soal Jalan & Gedung
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Malang, saya memberikan apresiasi serta penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia, Karang Taruna Adikara Mandala, dan seluruh warga Mendalankulon. Kegiatan ini membuktikan semangat guyub rukun dan gotong royong warga dalam membangun lingkungan tanpa melupakan akar budaya,” ujar Sanusi.
Rawat Tradisi dan Gerakkan Perekonomian UMKM
Bupati Sanusi menyebut bahwa Mendalankulon Tempo Doeloe bukan sekadar panggung hiburan masyarakat. Lebih dari itu, ajang ini menjadi ruang edukasi budaya sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif di tingkat desa.
Lewat kehadiran festival kuliner tradisional, pertunjukan kesenian lokal, hingga kompetisi tari daerah, generasi muda diajak untuk kembali mengenal dan mencintai warisan leluhur di tengah gempuran modernisasi.
“Istilah ‘Tempo Doeloe’ mengingatkan kita bahwa melangkah ke masa depan tidak boleh membuat kita lupa pada masa lalu. Perkembangan zaman harus berjalan beriringan dengan menjaga kearifan lokal. Kegiatan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menghidupkan UMKM, pedagang kuliner, seniman, dan pelaku ekonomi kreatif,” tambahnya.
Baca Juga :Abah Sanusi Silaturahmi Bareng Purna Tugas ASN: Pamer Prestasi Kabupaten Malang
Pesan untuk Generasi Muda dan Pemuda Karang Taruna
Di hadapan warga dan tokoh masyarakat yang hadir, Bupati Malang menaruh harapan besar kepada generasi muda agar terus menjadi motor penggerak pembangunan di daerahnya masing-masing.
Sanusi menekankan pentingnya gagasan dan inovasi pemuda yang tetap berpijak pada nilai gotong royong dan kepedulian sosial.
“Jangan pernah merasa membangun daerah hanya tugas pemerintah semata. Pembangunan Kabupaten Malang membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, terutama para pemudanya,” tegas Bupati Malang mengakhiri sambutannya. (Aye/sg)










