Malang, Suaragong.com – Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 resmi berakhir. Ribuan santri pramuka dari berbagai pondok pesantren di Indonesia mengikuti upacara penutupan yang digelar di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, Senin (5/10/2026) malam.
PPSN VI 2026 di Ponpes An-Nur II Resmi Ditutup, Dirjen Ponpes Titip Pesan Kepemimpinan dan Media Sosial
Penutupan PPSN VI dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag. Suasana penutupan berlangsung meriah sekaligus khidmat, ditandai dengan penyalaan obor oleh Dirjen Ponpes Kemenag RI.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib, jajaran Forkopimda, Pengasuh Ponpes An-Nur II Al-Murtadlo, serta ribuan peserta PPSN dari berbagai daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Lathifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan PPSN VI di Kabupaten Malang. Ia juga melepas kepulangan para santri dengan pesan agar pengalaman selama berada di Malang dapat dibawa pulang sebagai bekal.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kemenag RI, kepada Provinsi Jawa Timur, dan kepada Ponpes An-Nur II sebagai tuan rumah yang luar biasa. Kepada adik-adik santri, selamat jalan, semoga selamat sampai di kampung halaman,” ujar Lathifah.
Sementara itu, Basnang Said memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemkab Malang, Ponpes An-Nur II, serta seluruh pihak yang ikut menyukseskan PPSN VI.
Menurutnya, kolaborasi antara Kementerian Agama, Pemprov Jatim, Pemkab Malang, dan Ponpes An-Nur II menjadi salah satu kunci terselenggaranya kegiatan tersebut.
Pengalaman Sebagai Modal
Basnang juga menitipkan pesan kepada para santri agar pengalaman selama mengikuti perkemahan menjadi modal untuk membentuk karakter kepemimpinan.
“Pramuka santri ponpes telah mengajarkan menjadi pemimpin. Disiplin dan tanggung jawab di perkemahan ini adalah modal kalian menjadi pemimpin bangsa masa depan,” jelasnya.
Baca Juga : Ratusan Santri Kota Malang Lakukan Aksi, Tuntut Trans7
Tak hanya soal kepemimpinan, Basnang turut mengingatkan santri agar lebih bijak menggunakan media sosial. Ia meminta media sosial dimanfaatkan untuk belajar, berdakwah, dan menyebarkan hal-hal positif.
“Bijaklah menggunakan media sosial. Gunakan untuk dakwah, belajar, dan menebar kebaikan. Saring sebelum sharing, jangan sebarkan hoaks dan kebencian,” tandasnya. (aye/sg)










