Trenggalek

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pj Sekda Trenggalek Tekankan Patriotisme dan Empati

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pj Sekda Trenggalek Tekankan Patriotisme dan Empati
FT : Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pj Sekda Trenggalek Tekankan Patriotisme dan Empati (Mil)
Daftar Isi
  1. Sumpah Pemuda ke-98, Pj Sekda Trenggalek Ajak Pemuda Lebih Peduli
  2. Jiwa Muda Tanah Air
  3. Patriot, Gigih dan Empati

Trenggalek, Suaragong.com – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek untuk kembali memperkuat semangat persatuan dan pengabdian kepada bangsa. Dalam upacara yang digelar di halaman Kantor Setda Trenggalek, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Triadi Atmono mengajak generasi muda menanamkan nilai patriotisme, kegigihan, dan kepedulian terhadap sesama.

Sumpah Pemuda ke-98, Pj Sekda Trenggalek Ajak Pemuda Lebih Peduli

Dalam amanatnya, Triadi mengingatkan bahwa ikrar Sumpah Pemuda yang lahir pada 1928 bukan sekadar peristiwa bersejarah. Lebih dari itu, ikrar tersebut menjadi fondasi persatuan bangsa di tengah keberagaman.

Menurutnya, semangat para pemuda terdahulu harus terus hidup dan menjadi bagian dari karakter generasi penerus. Sebab, kemajuan Indonesia tidak cukup diukur dari pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, maupun kekayaan, tetapi juga kualitas sumber daya manusia.

“Semangat kita membangun Indonesia yang maju, tetapi kemajuan bukan hanya tentang gedung yang menjulang tinggi, teknologi yang semakin canggih, atau kekayaan yang berlimpah. Kemajuan sejati itu dimulai dari manusia, dari karakter,” tegas Triadi.

Jiwa Muda Tanah Air

Ia juga menekankan bahwa kecintaan terhadap tanah air perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Generasi muda diharapkan memiliki ketangguhan dalam menghadapi tantangan sekaligus kepekaan terhadap persoalan sosial di sekitarnya.

Triadi menjelaskan, patriotisme bukan hanya sebatas ucapan, melainkan pengabdian kepada bangsa. Sementara kegigihan berarti tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Adapun empati menjadi pengingat agar setiap orang tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga peduli terhadap kondisi masyarakat.

“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” ujarnya.

Baca Juga : PMII Trenggalek Gedor DPRD Soal Sengkarut MBG

Patriot, Gigih dan Empati

Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, Triadi berpesan agar generasi muda tidak takut memiliki cita-cita besar. Namun, mimpi tersebut harus dibarengi kerja keras, keberanian mengambil peran, serta kepedulian terhadap sesama.

Ia berharap pemuda Indonesia mampu menjadi generasi yang berani memimpin sekaligus bersedia melayani. Ilmu, karya, dan pengabdian yang dilakukan diharapkan dapat menjadi bentuk nyata kecintaan terhadap Tanah Air.

“Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani. Generasi yang mampu berdiri tegak untuk bangsanya, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesamanya,” pungkasnya. (mil)

Mungkin Anda Suka