Jember, Suaragong.com – Pengurangan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat tidak menjadi hambatan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember untuk merealisasikan berbagai program prioritas serta janji politik kepada masyarakat. Tantangan fiskal tersebut harus dijawab melalui kreativitas, efisiensi anggaran, serta optimalisasi pengelolaan keuangan daerah.
Bupati Jember Gus Fawait Berkomitmen Program Prioritas dan Beasiswa Mahasiswa Tetap Berjalan
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) saat menghadiri forum Indonesia Future Leader 2026. Yang diselenggarakan oleh Total Politik di Villa Mediapura No. 77H, Jalan Siaga Raya, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026).
Dalam forum nasional tersebut, Gus Fawait hadir bersama sejumlah tokoh penting pemerintahan. Di antaranya Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI Todotua Pasaribu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Bupati Sidrap Sahar Alrif, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, serta Wamen Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla.
Penurunan Transfer Tidak Boleh Semena-mena
Di hadapan para peserta, Gus Fawait memaparkan bahwa perubahan kapasitas fiskal menuntut pemerintah kabupaten untuk semakin cermat dalam menentukan prioritas belanja. Penurunan transfer pusat tidak boleh serta-merta dijadikan alasan untuk mengurangi kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
”Penurunan TKD bukan berarti program prioritas harus berhenti. Kita harus kreatif, mencari peluang, dan mengoptimalkan anggaran yang tersedia agar kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian utama,” tegas Gus Fawait.
Sebagai strategi mengatasi tekanan anggaran, Pemkab Jember mengoptimalkan sinkronisasi program daerah dengan program strategis pemerintah pusat. Dengan menarik dukungan pendanaan dari kementerian untuk sejumlah sektor. Seperti pendidikan, revitalisasi fasilitas belajar, hingga sektor pertanian. Ruang fiskal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dapat diatur lebih leluasa untuk membiayai program kerakyatan lainnya.
Baca Juga : Program Wadul Gus’e Jember Raih Apresiasi dari Pemerintah
Beasiswa Untuk 11.000 Mahasiswa
Salah satu program unggulan yang terus dikebut di tengah tantangan anggaran ini adalah penyaluran beasiswa bagi mahasiswa. Pemkab Jember menargetkan pemberian beasiswa kepada sekitar 11.000 mahasiswa menjelang akhir tahun 2026 mendatang. Hal ini sebagai bentuk komitmen nyata terhadap perluasan akses pendidikan tinggi.
Melalui pendekatan anggaran yang inovatif, kreatif, dan tepat sasaran, Gus Fawait optimistis bahwa keterbatasan fiskal tidak akan mengurangi kehadiran pemerintah dalam memenuhi hak dasar, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jember.










