SUARAGONG.COM – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menghadiri kegiatan Halal Bihalal di Koperasi Serba Usaha (KSU) Sumber Makmur, Desa Masaran, Kecamatan Munjungan, Senin (20/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN harus memberikan dampak nyata, terutama dalam hal efisiensi anggaran.
Halal Bihalal di Munjungan, Bupati Arifin Soroti Efisiensi WFH
Mas Ipin, sapaan akrabnya, menyebutkan bahwa penghematan dari kebijakan WFH diproyeksikan mencapai sekitar Rp9 miliar. Anggaran tersebut rencananya akan dialihkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Trenggalek.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Sekda, penghematan dari WFH ini nantinya sekitar Rp9 miliar. Nantinya akan kita alokasikan kembali untuk infrastruktur jalan,” ungkapnya.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Sekda, penghematan dari WFH ini nantinya sekitar Rp9 miliar. Nantinya akan kita alokasikan kembali untuk infrastruktur jalan,” ungkapnya.
WFH Dilaksanakan Selektif, Fokus Penghematan BBM
Kebijakan WFH sendiri sebelumnya mengikuti arahan pemerintah pusat yang bertujuan menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), seiring dampak konflik di Timur Tengah.
Namun, Pemkab Trenggalek menerapkan kebijakan ini secara selektif agar benar-benar efektif.
Menurut Mas Ipin, WFH akan diberlakukan setiap hari Rabu, bukan Jumat, untuk menghindari potensi long weekend yang dapat menurunkan produktivitas kerja ASN.
“Kami ijin melaksanakan nanti setiap hari Rabu. Tidak hari Jumat agar tidak terjadi long weekend. Jadi ASN tetap bekerja dari rumah, bukan libur,” jelasnya.
Pelayanan Publik Tetap Jadi Prioritas
Meski menerapkan WFH, Bupati memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu. Ia meminta seluruh perangkat daerah, khususnya yang bersentuhan langsung dengan publik, tetap menjaga kualitas layanan.
“Saya minta pelaksanaan WFH ini benar-benar dipantau dan tidak mengurangi produktivitas. Pastikan pelayanan publik tetap berjalan maksimal,” tegasnya.
Langkah Strategis Alihkan Anggaran ke Sektor Prioritas
Lebih lanjut, Mas Ipin menilai kebijakan ini bukan sekadar penghematan, tetapi juga strategi untuk mengalihkan anggaran ke sektor yang lebih berdampak langsung bagi masyarakat, seperti perbaikan jalan.Dengan langkah tersebut, diharapkan manfaat kebijakan WFH tidak hanya dirasakan dalam efisiensi operasional, tetapi juga dalam peningkatan kualitas infrastruktur daerah. (Adv/Mila/aye)












