Nobar di Balai Desa! DPR Dorong Pembangunan 1.000 Layar Bioskop Desa

Nobar di Balai Desa! DPR Dorong Pembangunan 1.000 Layar Bioskop Desa
Nobar di Balai Desa! DPR Dorong Pembangunan 1.000 Layar Bioskop Desa

SUARAGONG.COM – Guys-Guys, bayangin ke depannya kamu gak perlu jauh-jauh macet-macetan ke mal pusat kota cuma buat nonton film bioskop terbaru. Kabar heboh nan cetar dari Wakil Rakyat kita di Senayan nih. Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Rahmawati, baru saja mengusulkan ide super keren: pembangunan 1.000 layar bioskop desa yang bakal dibiayai langsung oleh APBN 2027!

Pembangunan 1.000 Layar Bioskop Desa Didanai APBN 2027!

Usulan gokil ini ditujukan biar akses perfilman nasional makin luas sampai ke pelosok daerah, sekaligus menjadi angin segar buat Production House (PH) kecil lokal agar karya mereka punya ruang tayang yang lebih adil.

Yuk, kita bedah poin-poin menarik dari usulan bioskop desa ini:

Mesin Baru Ekonomi Kreatif Dimulai dari Desa

Selama ini, industri perfilman emang terkesan cuma terpusat di kota-kota besar aja. Nah, menurut Rahmawati, industri film itu harus menjangkau semua kalangan masyarakat Indonesia. Pembangunan bioskop desa ini dinilai bakal jadi cara ampuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif langsung dari daerah.

“Kepada Kemenkeu, mungkin lintas mitra, mungkin siapkan insentif fiskal untuk PH-PH kecil dan daerah, dan alokasikan anggaran 1.000 layar bioskop desa dari APBN 2027. Karena kita tahu, mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional dimulai dari daerah,” ujar Rahmawati lewat kanal YouTube TVR Parlemen.

🛡️ 2. Lawan Monopoli Film, Saatnya Karya Lokal Unjuk Gigi

Kamu sadar gak sih, sering kali film-film lokal independen atau karya sineas daerah cepat turun layar karena bioskop dikuasai film-film box office besar? Nah, gerakan 1.000 bioskop desa ini punya misi penting untuk menciptakan keadilan distribusi film nasional.

  • Distribusi Adil & Inklusif: Pemerintah didorong untuk hadir menghentikan praktik monopoli di industri perfilman.
  • Gak Cuma Jadi Penonton: Tujuannya agar film-film indie dan karya khas daerah punya ruang tayang yang luas dan “tidak hanya menjadi penonton di negeri sendiri,” tutur Rahmawati.

Baca Juga : Prabowo Janji Dongkrak Perekonomian Lewat Kopdes Merah Putih

Biar PH Kecil Tetap Hidup dan Beranak-Pinak

Selain bangun layarnya, Rahmawati juga berharap pemerintah memperkuat dukungan dan insentif fiskal buat PH-PH kecil. Tujuannya simpel tapi mendalam, yaitu agar ekosistem perfilman kita makin inklusif. PH kecil bisa tetap hidup, berkembang, dan melahirkan lebih banyak karya variatif dari berbagai kebudayaan daerah di Indonesia.

Kalau usulan ini tembus di APBN 2027, Semoga dunia kreatif kita bakal makin hype dan seru! Industri film gak bakal melulu soal Film barat dan fiksi doang. Dan lebih terbuka kepada film lokal keren asli +62. Serta semoga sineas muda dari berbagai daerah bisa ikutan glow up memamerkan karya keren mereka di bioskop desa masing-masing.

Fix sih, ini bakal bikin kultur nongkrong dan nobar anak muda di desa makin santuy dan estetik! Menurutmu, daerah kamu perlu dipasang bioskop desa juga gak nih, guys? (Aye/sg)