Meta Description (157 karakter)
Presiden Prabowo Subianto tegaskan porsi pendapatan ojol naik jadi 92%. Kebijakan baru pembagian hasil buat penghasilan pengemudi melonjak signifikan!
1. Versi Artikel Berita (SEO Friendly)
Judul: Pidato di Sidang Tahunan MPR, Presiden Prabowo Cerita Penghasilan Ojol Naik 3 Kali Lipat usai Aturan Bagi Hasil Dibenahi
Kategori: Nasional / Ekonomi / Otomotif
Lokasi/Tanggal: Jakarta, 14 Agustus 2026
Penulis/Reporter: (*) / Suara Gong
SUARAGONG.COM – Pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojek online (ojol). Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan, pemerintah telah menetapkan skema pembagian hasil yang lebih adil antara pengemudi ojol dan perusahaan aplikator yang menjadikan Penghasilan Ojol naik tiga kali lipat. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat membacakan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
“Kita telah mengatur pembagian hasil yang lebih adil bagi pengemudi-pengemudi ojek online dan aplikator,” kata Presiden Prabowo di hadapan para anggota dewan dan jajaran pejabat negara.
Porsi Pengemudi Naik dari 80 Persen Jadi 92 Persen: Presiden Sebut Penghasilan Ojol Naik 3 Kali Lipat
Presiden menjelaskan, sebelum aturan baru ini diterbitkan, pengemudi ojol umumnya hanya memperoleh sekitar 80 persen dari tarif jalan, sementara 20 persen sisanya dipotong oleh perusahaan aplikator sebagai biaya komisi.
Lewat langkah tegas pemerintah, porsi pendapatan bersih yang berhak diterima pengemudi ojol kini didorong melonjak hingga 92 persen.
“Tadinya pengemudi ojol hanya dapat 80 persen dari upaya kerja mereka karena aplikator minta 20 persen. Tapi dengan rekomendasi pemerintah—saya tidak mau sebut intervensi, walau sebetulnya agak intervensi juga—para pengemudi sekarang mendapatkan 92 persen dari jerih payah mereka,” tegas Prabowo yang disambut tepuk tangan hadirin.
Penyesuaian persentase komisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap daya beli dan tingkat ekonomi keluarga para mitra pengemudi. Prabowo menyebut telah menerima banyak laporan terkait lonjakan pendapatan para driver di lapangan.
“Banyak pengemudi melaporkan penghasilan mereka naik signifikan. Ada yang naik dua kali, bahkan ada yang mengatakan dia naik tiga kali lipat,” pungkas Presiden. (Aye/sg)










