Puskesmas Umbulsari Raih Seva Paramahita Award 2026

Puskesmas Umbulsari Raih Seva Paramahita Award 2026
FT : Puskesmas Umbulsari Raih Seva Paramahita Award 2026 (Rio)

SUARAGONG.COM Puskesmas Umbulsari mendapat apresiasi dalam ajang Seva Paramahita Award 2026. Fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di Kabupaten Jember ini dinilai berhasil mengembangkan pengendalian penyakit tidak menular. Sekaligus memperkuat tata kelola pelayanan kesehatan.

Sukses Tangani Diabetes Melitus dan Cegah Fraud, Puskesmas Umbulsari Jadi Model Praktik Klinik Terbaik

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengelolaan pasien Diabetes Melitus (DM). Penyakit kronis ini membutuhkan penanganan rutin dan pendampingan jangka panjang agar risiko komplikasi bisa ditekan.

Puskesmas Umbulsari kemudian mengembangkan intervensi terpadu dengan membentuk komunitas peduli diabetes di setiap desa. Pemeriksaan kadar gula darah juga dilakukan secara berkala; ditambah edukasi pola makan sehat yang diberikan kepada masyarakat hingga melalui pendekatan door-to-door.

Program tersebut diarahkan untuk membantu pasien lebih terkontrol. Serta mengurangi risiko kondisi yang membutuhkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit rujukan.

Aspek Pelayanan Persalinan dan Administrasi Medis yang Prima

Selain pengendalian DM, Puskesmas Umbulsari juga mendapat penilaian dalam aspek pelayanan persalinan serta tata kelola administrasi pelayanan medis.

Salah satunya melalui penerapan sistem anti-fraud dalam proses klaim pelayanan kepada BPJS Kesehatan. Manajemen menerapkan audit internal untuk memastikan tindakan medis yang dilaporkan sesuai dengan pelayanan yang benar-benar diberikan dan kebutuhan klinis pasien.

“Kami fokus membangun sistem penanganan penyakit yang terstruktur, mengoptimalkan fasilitas persalinan yang aman, serta menegakkan sistem tata kelola rujukan yang efektif. Bebas dari praktik kecurangan pelayanan medis,” ungkap dr. Nur Ahmad Santoso.

Baca Juga : Dinas Kesehatan Kabupaten Jember Adakan Evaluasi Quality Improvement Collaborative

Mutu dan Transparansi yang Berjalan Sejajar

Ia menyebut respons terhadap pengaduan melalui Penanganan Pengaduan Indikasi Penyimpangan Faskes (PIPP) juga menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan. Menurutnya, transparansi pengelolaan pelayanan dan keuangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan mutu klinis.

Setiap keluhan atau indikasi ketidaknyamanan pelayanan yang disampaikan warga melalui kotak saran digital disebut ditindaklanjuti oleh tim khusus dalam waktu kurang dari 24 jam.

Melalui berbagai langkah tersebut, Puskesmas Umbulsari berupaya membangun pelayanan kesehatan yang lebih transparan, responsif, dan sesuai dengan regulasi; sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di tingkat kecamatan. (Rio/Aye/sg)