Realisasi Pajak Daerah Tembus 63,39 Persen, Bapenda Kabupaten Malang Optimalkan Intensifikasi

Bapenda Kabupaten Malang dalam laporan realisasi Senin (10/8) mencatat terhitung total perolehan jenis pajak daerah mencapai 63,39 persen
Bapenda Kabupaten Malang dalam laporan realisasi Senin (10/8) mencatat terhitung total perolehan jenis pajak daerah mencapai 63,39 persen (Ist)

SUARAGONG.COM Kinerja positif kembali ditunjukkan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang dalam pengelolaan sektor pendapatan. Berdasarkan laporan realisasi pada Senin (10/8/2026) pukul 18.39 WIB, total perolehan dari 12 jenis pajak daerah telah mencapai 63,39 persen. Atau setara dengan Rp478.422.069.825 dari total target tahun ini sebesar Rp754.677.666.534.

Realisasi pajak daerah Kabupaten Malang tembus 63,39 persen atau Rp478,4 miliar.

Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Dr. Made Arya Wedanthara, S.H., M.Si., mengungkapkan bahwa capaian ini menunjukkan progres yang menggembirakan jika dibandingkan dengan catatan pada bulan sebelumnya.

“Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pendapatan ini juga terus dijaga melalui pemanfaatan inovasi digital, yakni melalui laman sipanji.id yang menyajikan laporan realisasi secara real-time bagi publik,” ucap Made, Selasa (11/8/2026).

PBB Catat Realisasi Tertinggi

Made menjelaskan, dari total 12 sektor pajak yang dikelola Bapenda Kabupaten Malang, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mencatatkan persentase realisasi tertinggi, disusul sektor pajak daerah lainnya.

“Hingga Agustus 2026 ini PBB mencapai 84,21 persen, atau Rp105.732.315.158 dari target Rp125.556.388.953, kemudian disusul PBJT (Pajak Barang dan Jasa Tertentu) Jasa Kesenian dan Hiburan yang mencapai 76,38 persen atau Rp6.216.514.329 dari target Rp8.138.978.570,” jelasnya.

Rincian Realisasi 12 Jenis Pajak Daerah

Berikut rincian capaian realisasi dari masing-masing sektor pajak daerah Kabupaten Malang hingga Agustus 2026:

NoJenis PajakRealisasiTargetPersentase
1PBBRp105.732.315.158Rp125.556.388.95384,21%
2PBJT Jasa Kesenian & HiburanRp6.216.514.329Rp8.138.978.57076,38%
3PBJT Makanan/MinumanRp15.069.163.735Rp20.607.393.10273,13%
4Pajak MBLBRp587.730.110Rp870.825.41267,49%
5Pajak Air TanahRp4.736.946.875Rp7.164.445.43966,12%
6Opsen BBNKBRp40.093.032.500Rp64.738.728.90061,93%
7PBJT Tenaga ListrikRp89.822.325.172Rp145.069.081.54061,92%
8Opsen PKBRp96.841.381.550Rp164.964.288.40058,70%
9PBJT Jasa PerhotelanRp5.035.759.555Rp8.276.724.15160,84%
10BPHTBRp111.762.521.686Rp202.576.054.10555,17%
11ReklameRp1.574.421.776Rp5.126.462.76430,71%

Made memaparkan sejumlah capaian tersebut secara berurutan dalam keterangannya.

“Kalau Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Tenaga Listrik kita ditarget Rp145.069.081.540, dan terealisasi 61,92 persen atau Rp89.822.325.172, kemudian PBJT Jasa Perhotelan saat ini terealisasi 60,84 persen atau Rp5.035.759.555 dari target Rp8.276.724.151,” terang Made.

“Untuk BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) baru terealisasi 55,17 persen dari target Rp202.576.054.105, atau mencapai Rp111.762.521.686, kalau reklame masih terealisasi Rp1.574.421.776 dari target Rp5.126.462.764 atau 30,71 persen,” tegasnya.

Baca Juga : Pendapatan Pajak Daerah Kota Malang 2025 Lampaui Target

Genjot Intensifikasi hingga Akhir Tahun

Dengan tambahan realisasi pendapatan khusus pada bulan ini yang mencapai Rp16.316.848.854, pihak Bapenda Kabupaten Malang terus mengoptimalkan berbagai langkah strategis untuk mengejar sisa target hingga akhir tahun.

“Strategi intensifikasi serta ekstensifikasi pajak terus digencarkan untuk menggenjot sisa target pendapatan daerah hingga akhir tahun 2026,” pungkasnya.

Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi maksimal dalam mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Malang