Malang

Longsor dan Banjir Terjang Malang Selatan, Puluhan Rumah Rusak

Banjir dan longsor melanda Malang Selatan, Lebih dari 41 rumah rusak, dua rumah roboh di Tirtoyudo, dan lima ekskavator dikerahkan.
FT : Banjir dan longsor melanda Malang Selatan, Lebih dari 41 rumah rusak, dua rumah roboh di Tirtoyudo, dan lima ekskavator dikerahkan. (Ist)
Daftar Isi
  1. Puluhan Rumah Rusak Imbas Longsor Malang Selatan
    1. Ampelgading dan Tirtoyudo Jadi Wilayah Terparah
    2. Lima Ekskavator Dikerahkan

Malang, Suaragong.com – Bencana longsor dan banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Malang bagian selatan. Akibat longsor tersebut, puluhan rumah warga Malang Selatan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

Puluhan Rumah Rusak Imbas Longsor Malang Selatan

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, tujuh kecamatan terdampak bencana tersebut, yakni Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, Sumbermanjing Wetan, Bantur, Pagelaran, dan Donomulyo.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, menyampaikan bahwa penanganan dilakukan sejak awal kejadian melalui koordinasi lintas sektor. Petugas juga diterjunkan untuk melakukan asesmen kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan darurat.

Ampelgading dan Tirtoyudo Jadi Wilayah Terparah

Dari sejumlah wilayah terdampak, Kecamatan Ampelgading dan Tirtoyudo menjadi kawasan dengan dampak cukup signifikan. Tercatat lebih dari 41 rumah mengalami kerusakan dengan kategori berat, sedang, dan ringan. Data tersebut masih dalam proses pendataan serta asesmen oleh BPBD Provinsi Jawa Timur.

Salah satu kejadian kerusakan paling parah terjadi di Desa Tlogosari, Kecamatan Tirtoyudo. Dua rumah milik Kadir dan Saiful Anam di RT 14 RW 03 dilaporkan roboh akibat bencana tersebut. Beruntung, seluruh penghuni rumah berhasil selamat dan sementara waktu tinggal bersama keluarga.

Pendataan kerusakan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk kemungkinan rehabilitasi dan rekonstruksi. BPBD juga berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk BAZNAS, untuk membantu warga yang terdampak.

Lima Ekskavator Dikerahkan

Selain penanganan rumah warga, pemerintah juga memprioritaskan pembukaan akses jalan yang tertutup material longsor. Sebanyak lima unit ekskavator dikerahkan melalui dukungan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Malang, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah pusat, serta penyewaan alat oleh pemerintah desa.

Alat berat tersebut difokuskan untuk membersihkan jalur nasional Lumajang–Malang, jalan desa, hingga akses penghubung antardusun.

Sementara itu, bantuan darurat mulai disalurkan kepada warga terdampak. Bantuan meliputi terpal, selimut, bahan kebutuhan pokok, serta perlengkapan memasak.

Baca Juga : 5 Kecamatan di Kabupaten Malang Diterjang Banjir dan Longsor

Terkait penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT), Purwoto menyebut anggaran tersebut belum digunakan. Kebutuhan penanganan sementara masih diupayakan melalui mekanisme bantuan BPBD Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS. BTT dapat dipertimbangkan apabila kebutuhan mendesak muncul dan anggaran perangkat daerah terkait tidak lagi mencukupi.

Penanganan bencana masih terus dilakukan, bersamaan dengan pendataan kerusakan dan pemulihan akses masyarakat di sejumlah wilayah terdampak. (Aye/sg)

Mungkin Anda Suka