MKKS SMP Negeri Situbondo Gelar MKKS Cup 2026

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri se-Kabupaten Situbondo kembali menggelar MKKS Cup 2026 Selasa (19/5/2026)
Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri se-Kabupaten Situbondo kembali menggelar MKKS Cup 2026 Selasa (19/5/2026)

SUARAGONG.COM – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri se-Kabupaten Situbondo kembali menggelar MKKS Cup 2026 dengan menghadirkan berbagai cabang perlombaan bagi siswa-siswi SMP Negeri se-Kabupaten Situbondo, Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut dipusatkan di SMPN 1 Situbondo.

Ajang tahunan ini diikuti oleh siswa kelas VII dan VIII dari berbagai SMP Negeri di Kabupaten Situbondo. Beragam lomba diselenggarakan sebagai wadah pengembangan potensi siswa. Baik di bidang akademik maupun non-akademik.

MKKS SMP Negeri Situbondo Gelar MKKS Cup 2026, Jadi Ajang Pengembangan Bakat dan Minat Siswa

Pelaksana Harian Ketua MKKS SMP Negeri se-Situbondo, Sujatmiko, mengatakan bahwa MKKS Cup merupakan agenda rutin tahunan. Bertujuan memberi ruang kepada siswa untuk menyalurkan bakat, kreativitas, dan kemampuan sesuai minat masing-masing.

“Kegiatan lomba ini sebagai bentuk pembinaan sejak dini kepada siswa-siswi. Selain itu, juga memberikan ruang kepada mereka untuk menunjukkan kemampuan. Baik di bidang akademik maupun non akademik,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media.

Dalam MKKS Cup 2026, panitia menghadirkan berbagai cabang lomba, mulai dari lomba desain motif batik marongghi, tartil, tahfidz, speech contest dan story telling bahasa Inggris. Hingga lomba tradisional seperti enggrang dan bolatik.

Baca Juga :Akademisi NU Unej Petakan Titik Rawan Banjir Situbondo

Lomba Dongeng Dengan Bahasa Madura

Tak hanya itu, lomba mendongeng menggunakan Bahasa Madura dengan tema Kabupaten Situbondo juga menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut. Lomba ini dinilai sebagai langkah positif dalam melestarikan budaya dan bahasa daerah di kalangan generasi muda.

Salah satu juri lomba dongeng Bahasa Madura, Hosnatun atau yang akrab disapa Cak Tutun, menjelaskan bahwa penilaian difokuskan pada kemampuan peserta dalam menyampaikan cerita menggunakan Bahasa Madura yang baik dan benar. Sekaligus mengandung nilai edukatif.

“Peserta dinilai dari eksplorasi mimik atau ekspresi wajah saat mendongeng, intonasi dan artikulasi, serta vokal atau suara ketika menyampaikan cerita,” jelasnya.

Menurutnya, kemampuan mendongeng bukan hanya soal keberanian tampil di depan umum, tetapi juga bagaimana peserta mampu menyampaikan pesan dan nilai budaya kepada pendengar dengan baik.

Melalui kegiatan MKKS Cup 2026 ini, MKKS SMP Negeri Situbondo berharap siswa-siswi semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi diri. Sekaligus menjaga budaya lokal di tengah perkembangan zaman. (Fin/Aye/sg)