SUARAGONG.COM – Guys, ada kabar mengejutkan datang dari tubuh kabinet pemerintahan! Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Posisi strategis yang mengawal program krusial ini sekarang resmi digantikan oleh Nanik Sudaryati Deyang.
Dadan Hindayana Resmi Dicopot dari Kepala BGN
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi langsung membeberkan alasan utama di balik keputusan besar pencopotan ini dalam konferensi pers di Kantor Presiden.
Yuk, kita bedah catatan penting yang membuat posisi Kepala BGN harus dirombak:
Hasil Monitoring 1,5 Tahun: Banyak Catatan Merah yang Harus Diperbaiki!
Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa keputusan pencopotan Dadan diambil setelah Presiden Prabowo melakukan pemantauan dan evaluasi. Di mana telah dilakukan secara ketat selama sekitar satu setengah tahun terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dari hasil monitoring tersebut, pemerintah menemukan beberapa raport merah dalam pelaksanaan program, antara lain:
- SOP Kurang Disiplin: Ditemukan catatan berkaitan dengan kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP).
- Masalah Tata Kelola: Ada evaluasi mendalam seputar tata kelola organisasi di tubuh BGN sendiri.
- Kualitas Makanan: Catatan yang paling krusial adalah perihal menjaga kualitas makanan yang telah ditetapkan oleh BGN agar tetap sesuai standar gizi.
“Tentunya selama satu setengah tahun melakukan monitoring dan evaluasi banyak catatan-catatan yang kemudian itu menjadi bahan pertimbangan bapak presiden untuk melakukan pergantian ini. Dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera diperbaiki,” tegas Prasetyo Hadi.
Sekilas Profil Dadan Hindayana: Dari Akademisi IPB ke Kabinet
Sebelum menduduki jabatan publik, Dadan Hindayana yang lahir di Garut pada 10 Juli 1967 ini dikenal luas sebagai seorang akademisi murni. Ia merupakan lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 1990. Kemudian sukses meraih gelar doktor dari Leibniz University Hannover, Jerman, pada tahun 2000.
Kariernya banyak dihabiskan sebagai dosen di Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB. Dan pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha IPB. Dadan pertama kali dilantik menjadi Kepala BGN pada 19 Agustus 2024 oleh Presiden Joko Widodo untuk memimpin lembaga baru tersebut. Secara total, Dadan telah mengawal program MBG ini selama kurang lebih satu tahun sembilan bulan hingga Juni 2026.
Baca Juga : Marak Keracunan! Dr Puguh DPRD Jatim Minta Evaluasi Program MBG
Lapang Dada, Dadan Hindayana: “Itu Hak Mutlak Presiden”
Meskipun dicopot karena masalah evaluasi program, Dadan Hindayana menunjukkan sikap yang sangat berjiwa besar dan gentleman, guys! Melalui pernyataan resminya pada Rabu (3/6/2026), Dadan mengaku sama sekali tidak mempermasalahkan keputusan tersebut dan menghormati penuh langkah Presiden.
“Pergantian Anggota Kabinet merupakan Hak mutlak penuh Bapak Presiden RI. Beliau paham betul yang terbaik untuk melaksanakan program kerja yang dicanangkan,” ungkap Dadan legowo.
Dadan juga menyampaikan rasa terima kasihnya yang tak terhingga karena sudah diberi kesempatan berharga untuk mencicipi kursi Kabinet Merah Putih, sebuah pencapaian yang diakuinya tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia tetap mendoakan agar kepemimpinan Presiden Prabowo sukses membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. (Aye/sg)










