SUARAGONG.COM – Buat kamu anak Malang atau yang lagi kuliah di sana, pasti udah gak asing lagi sama monumen pesawat yang nongkrong di bundaran perempatan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat). Yup, spot yang sering jadi patokan kalau lagi COD-an atau muter balik ini ternyata bukan sekadar pajangan estetis biasa, lho.
Pesawat tempur legendaris ini punya backstory yang mind-blowing banget dan sempat bikin Indonesia jadi salah satu negara yang paling ditakuti di dunia! Let’s dive into the history!
Mantan Jet Tempur Tercanggih pada Masanya
Monumen ini aslinya adalah pesawat MiG-17 Fresco. Jet tempur ini lahir dari tangan dingin Mikoyan-Gurevich, pabrikan pesawat perang paling sukses di Uni Soviet (sekarang Rusia).
Fyi aja nih, di era 1960-an, MiG-17 ini adalah definisi dari “kecil-kecil cabai rawit”. Desainnya super lincah di udara. Kalau kamu perhatiin detailnya, pesawat ini mirip banget sama kakaknya, MiG-15 Fagot. Yang membedakan cuma jumlah sirip di sayapnya. Si Fresco ini punya tiga sirip yang bikin manuvernya makin smooth di langit.
Indonesia sendiri dapet jet ini langsung dari Uni Soviet waktu hubungan kedua negara lagi mesra-mesranya. Tapi, masa kerja si MiG-17 ini terhitung singkat banget, masuk tahun 1960 dan harus pensiun di tahun 1969. Short but memorable!
Bikin Belanda Kena Mental Tanpa Perlu Perang
Ada fun fact yang seru banget di balik kedatangan pesawat ini. Awalnya, MiG-17 didatangkan ke Indonesia buat ikutan Operasi Trikora. Sebuah misi penyelamatan Irian Barat (sekarang Papua) dari Belanda.
Tapi plot twist-nya: pesawat ini malah “gak kepake” alias nganggur! Kok bisa? Soalnya, Belanda langsung mundur alon-alon dan mengurungkan niatnya buat ngeklaim Irian Barat.
Diduga kuat, militer Belanda langsung kena mental begitu tahu kekuatan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) waktu itu. Gak main-main, berkat armada jet tempur kayak MiG-17 ini, Indonesia sempat dinobatkan sebagai kekuatan Angkatan Udara terkuat nomor empat di dunia! Fix, vibes-nya kayak dapet buff tiada tanding.
Baca Juga : Gebyar Festival Jagung dan Tanam Anggur Sumber Wetan Probolinggo
Dari Penguasa Langit Jadi Spot Instagramable
Setelah pensiun dari dunia militer, salah satu unit MiG-17 ini akhirnya “pindah tugas” ke Malang. Pesawat ini dijadikan monumen di bundaran perempatan Suhat sebagai simbol kalau Malang itu punya sejarah militer yang kuat, terutama dengan adanya Lanud Abdulrachman Saleh di Pakis.
Sekarang, monumen ini gak cuma jadi saksi bisu sejarah, tapi juga jadi salah satu spot foto yang instagramable abis, apalagi kalau kamu dapet angle pas sore hari pas lampu kota mulai nyala. Cocok banget buat kamu yang ngaku anak senja dan pencinta sejarah.
Tapi inget ya, Genks! Karena lokasinya pas di tengah perempatan jalanan Suhat yang super padat dan space-nya agak sempit, kamu harus ekstra hati-hati kalau mau foto-foto di sini. Jangan sampai demi konten estetik, kamu malah membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain. Safety first, content later! (Aye/sg)










