SUARAGONG.COM – Malang emang punya magnet luar biasa sebagai Kota Pelajar. Tapi, di balik prestise kampusnya, ada fenomena “nyeleneh” yang bikin geleng-geleng kepala. Banyak mahasiswa perantau yang kaget pas tau kalau kebebasan di sini sering disalahartikan sampai nabrak batasan moral dan hukum dibalik niat untuk kuliah di malang.
POV: Dari Desa ke Kota, Kaget Liat “Simulasi Rumah Tangga”
Sebut saja Nanda, mahasiswa angkatan 2022 yang merantau dari Jember. Awalnya dia ngira kuliah itu cuma soal belajar dan ambisi naik ranking. Tapi realitanya? Dia malah nemu budaya yang jauh banget dari asal usulnya di desa.
“Aku kaget banget, ternyata ada istilah Living Together atau tidur bareng ayang. Di tempat asalku itu bener-bener ditentang, tapi di sini kayak jadi rahasia umum,” curhat Nanda.
Banyak yang ngaku melakukan ini dengan alasan quality time terus-terusan, simulasi nikah padahal belum siap, sampai alasan klasik: “Hidup cuma sekali, nikmatin aja.”
Baca Juga : Gaes !!! Sterotipe Songgoriti dan Gang Macan
“Adu Mekanik” di Kosan Berujung Penggerebekan
Kebebasan yang kelewat batas ini akhirnya bikin warga gerah. Nanda cerita pernah ada kejadian penghuni kos cewek bareng warga nge-gerebek satu kamar. Hasilnya? Ditemuin pasangan lawan jenis dengan pakaian minim lagi asik “adu mekanik”.
Akibatnya, sekarang banyak pemilik kos yang mulai pasang CCTV dan warga makin ketat memberlakukan jam malam. Dari sini muncul pertanyaan besar: Ini mahasiswa terpelajar atau kurang ajar?
Baca Juga : KUHP Baru Berlaku, Ini Penjelasan Soal Pasal “Kumpul Kebo”
Red Flag: Angka HIV/AIDS di Kota Malang Meledak!
Bebasnya pergaulan ini bukan tanpa konsekuensi. Bukan cuma soal “dosa” atau hukum sosial, tapi dampaknya nyata ke kesehatan.
Dilansir dari Jatim Times. Berdasarkan data dari Dinkes Kota Malang sepanjang tahun 2025:
- Tercatat ada 355 orang terdeteksi mengidap HIV/AIDS.
- Fenomena kumpul kebo dan seks bebas jadi salah satu faktor pemicu tingginya angka ini.
Baca Juga : Viral Lagu Erika Berlirik Vulgar : HMT – ITB Minta Maaf
Kesimpulan: Bebas Boleh, Goblok Jangan!
Kebebasan pas kuliah emang asik, apalagi buat yang selama ini merasa dikekang di rumah asal. Tapi kalau kebebasan itu malah bikin kita “tersesat” sampai ngerusak masa depan dan kesehatan, ya itu namanya self-destruction, bukan healing.
Kuliah di Malang itu buat cari ilmu dan relasi, bukan buat belajar “hubungan intim” tanpa ikatan sah. Jangan sampai niatnya mau bikin bangga orang tua, malah pulang bawa virus atau masalah hukum. Stay smart and keep your boundaries, gaes! (Aye/sg)










