SUARAGONG.COM – Puncak acara pameran teknologi bergengsi “Technology Innovation Showcase Saintek 2026” atau yang akrab disingkat THANOSS benar-benar ditutup dengan sangat meriah. Terpantau “pecah” pada hari terakhir pelaksanaannya, Sabtu (13/6/2026). Gedung pameran dipadati oleh pengunjung yang antusias melihat langsung produk inovasi terbaik dari lima program studi (prodi) di bawah naungan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UNIRA Malang yang kompak unjuk gigi.
Hari Terakhir Pekan Saintek UNIRA Malang 2026
Suasana hari pemungkas gelaran THANOSS ini semakin berbobot dengan kehadiran tokoh pemuka Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, serta Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib. Kehadiran para tokoh ini memberikan suntikan motivasi luar biasa. Sekaligus menjadi bukti dukungan nyata bagi kreativitas serta inovasi yang lahir dari rahim akademisi Kabupaten Malang.

Kolaborasi Lima Prodi Sarjana di Bidang Teknologi dan Pertanian
Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) di Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang memiliki 5 program studi sarjana di bidang teknologi dan pertanian. Dalam acara ini, kompak unjuk gigi membawa inovasi andalan mereka di panggung THANOSS:
- Teknik Informatika
- Sistem Informasi
- Agroteknologi
- Teknik Mesin
- Teknik Elektro

Wabup Lathifah Shohib Tinjau Bazar MKWU: Dari Kuliner hingga Baju Kece!
Tidak hanya diramaikan oleh pameran teknologi berat, hari terakhir THANOSS juga disemarakkan oleh kehadiran Bazar MKWU Kewirausahaan. Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, menyempatkan diri untuk berkeliling dan meninjau langsung kreativitas bisnis para mahasiswa di area bazar ini.

Apresiasi tinggi diberikan oleh orang nomor dua di Pemkab Malang tersebut saat melihat berbagai produk olahan yang dinilai sangat keren dan kece. Produk wirausaha mahasiswa yang dipamerkan di antaranya meliputi:
- Kuliner Kreatif: Beragam inovasi produk makanan dan minuman kekinian yang siap bersaing di pasar.
- Kriya & Fashion: Produk barang fungsional, pernak-pernik estetik hasil kerajinan tangan, hingga lini baju siap pakai (clothing) buatan mahasiswa.
Selain memborong produk bazar, kemeriahan dari masing-masing anak teknik yang memamerkan karya digital dan mekanik mereka di acara THANOSS ini juga dipantau langsung secara dekat oleh Wakil Bupati Malang dengan penuh rasa bangga.
Emil Dardak: Menyeimbangkan Ekonomi Negara Tanpa Menghancurkan yang Besar
Dalam kesempatannya di panggung THANOSS, Emil Dardak menjelaskan bahwa era industri saat ini berada dalam kondisi yang sangat genting dan kompetitif. Ia menegaskan pentingnya peran pemerintah untuk hadir sebagai regulator yang mampu mengatur dan menyeimbangkan roda ekonomi negara, khususnya di wilayah Jawa Timur.
Menurut Emil, dukungan penuh memang harus diberikan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta usaha-usaha kecil agar bisa bertahan dan naik kelas. Namun, ia mengingatkan bahwa memajukan usaha kecil bukan berarti dilakukan dengan cara menghancurkan atau melarang pergerakan pengusaha-pengusaha besar. Keduanya harus tumbuh berdampingan dalam sebuah ekosistem yang sehat.
Baca Juga : UNIRA Malang Gelar ‘Technology Innovation Showcase Saintek 2026’
Menyadari Perbedaan ‘Starting Point’ Usaha & Menghargai Kegagalan Riset
Lebih lanjut, Emil memaparkan pentingnya dorongan inovasi bagi sektor industri strategis. Ia membesarkan hati para peneliti dan mahasiswa dengan menyebutkan bahwa kegagalan adalah langkah awal dari sebuah riset untuk melahirkan solusi nyata di dunia usaha. Emil secara gamblang menggarisbawahi adanya perbedaan titik awal (starting point) yang nyata antara pengusaha besar dan pengusaha kecil:
- Bagi Pengusaha Besar: Mereka memiliki kelonggaran modal. Ketika memiliki 10 lini bisnis, lalu 8 di antaranya gagal dan hanya 2 yang berhasil, mereka masih bisa meraup keuntungan (cuan).
- Bagi Usaha Kecil dan Menengah (UMKM): Risiko mereka jauh lebih rentan. Sekali saja mengalami kegagalan, mereka sering kali langsung tumbang dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Di sinilah, menurut Emil, pemerintah harus peka dan sadar bahwa garis start setiap orang tidaklah sama. Tugas pemerintah—termasuk Pemkab Malang—adalah ikut membantu, turut mengawasi, memberikan dorongan. Serta mengapresiasi setiap inovasi yang lahir dari ruang-ruang akademik seperti di THANOSS UNIRA Malang ini.
Infrastruktur ‘Jalan Super’ Kepanjen–Gondanglegi–Balekambang Siap Dongkrak Ekonomi
Guna mendukung ekosistem industri, pariwisata, dan konektivitas ekonomi di Kabupaten Malang, Emil Dardak juga membawa kabar baik mengenai infrastruktur daerah. Jalur transportasi utama yang menghubungkan wilayah Kepanjen, Gondanglegi, hingga Balekambang saat ini sudah dilebarkan dan terus dikembangkan secara masif.
Proyek pengembangan ini diproyeksikan menjadi “jalan super” yang akan mempermudah aksesibilitas. Bahkan memangkas biaya logistik, dan memberikan dorongan besar bagi berbagai sektor industri serta mobilitas masyarakat di Malang Raya ke depan.
Hari terakhir pameran THANOSS UNIRA Malang 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran teknologi di atas kertas, tetapi menjadi ruang kolaborasi nyata. Mempertemukan inovasi teknologi anak teknik, kreativitas bisnis bazar mahasiswa, serta kebijakan strategis pemerintah. Kehadiran Emil Dardak dan dukungan langsung dari Wakil Bupati Lathifah Shohib menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Malang siap menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan teknologi. Menjadi pintu baru masa depan di Jawa Timur. (aye/sg)










