SUARAGONG.COM – Gaes, kampus di Kabupaten Malang gak mau kalah FOMO nih soal prestasi! Terbukti di era inovasi digital dan industri 5.0 ini, mereka sukses unjuk gigi lewat pendidikan bergengsi. Menjawab tantangan zaman yang menuntut perguruan tinggi untuk terus mendorong kreativitas dan kolaborasi, Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang resmi menggelar agenda keren bertajuk “Technology Innovation Showcase Saintek 2026”.
Intip Pameran Riset Canggih di UNIRA Malang!
Acara pameran riset ini diselenggarakan selama dua hari berturut-turut, dimulai dari hari ini, Jumat, 12 Juni 2026, hingga puncaknya pada Sabtu, 13 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi wadah apresiasi, publikasi, sekaligus promosi hasil riset nyata buatan dosen dan mahasiswa. Agar tidak sekadar menjadi teori di dalam kelas, melainkan bisa langsung berdampak bagi masyarakat luas.

Yuk, kita bedah hasil wawancara bersama Dekan Fakultas Saintek UNIRA Malang, Dr. Zainal Abidin, M.Si, mengenai keseruan dan visi besar di balik acara ini:
Unjuk Gigi 5 Program Studi: Dari Software hingga Alat Canggih
Dr. Zainal Abidin, M.Si, menjelaskan bahwa pameran teknologi showcase ini merupakan bagian dari rangkaian besar agenda Pekan Riset Uni Raya 2026. Dalam kesempatan ini, seluruh kekuatan dari 5 Program Studi (Prodi) yang bernaung di bawah Fakultas Saintek UNIRA Malang kompak memamerkan karya terbaik mereka.
Kelima prodi tersebut meliputi:
- Teknik Informatika
- Sistem Informasi
- Teknik Mesin
- Teknik Elektro
- Agroteknologi
Produk inovasi yang ditampilkan pun sangat beragam, mulai dari pengembangan perangkat lunak (software) hingga alat-alat mekanik dan elektronik fisik. Berbagai karya inovatif ini dipresentasikan dan dikenalkan secara langsung kepada masyarakat umum, beberapa sekolah, serta para mitra strategis kampus.
Angkat Pilar Green Technology yang Ramah Lingkungan
Satu hal yang membuat pameran riset UNIRA Malang ini berbobot adalah arah tujuannya yang jelas. Pihak fakultas memfokuskan pengembangan riset ini berdasarkan pilar ketiga dari tujuh pilar strategis, yaitu Green Technology (Teknologi Hijau).
“Dari pilar green technology kita mencoba mengembangkan setiap lima prodi yang di bawah Saintek itu harus mengembangkan suatu alat yang memang membantu dalam proses penerapan teknologi yang ramah lingkungan. Kemudian yang sangat berdampak kepada manusia, terutama masyarakat,” ungkap Dr. Zainal Abidin dalam wawancaranya.
Melalui penerapan konsep green technology ini, kampus berkomitmen agar teknologi maju yang dilahirkan dari laboratorium akademik berjalan selaras dengan kelestarian alam. Teknologi yang benar-benar menyelesaikan masalah riil di lingkungan sosial.
Baca Juga : Gaes !!! BEM Unira Malang Bikin Petisi Pemilu Damai: Jangan Termakan Berita Bohong!
Misi Pendidikan Modern di Kabupaten Malang & Gaet Mahasiswa Baru
Mengingat UNIRA Malang berada di wilayah Kabupaten Malang, pihak fakultas memiliki misi besar untuk membumikan konsep pendidikan modern berbasis Teknologi Informasi (TI). Sang Dekan menegaskan, status wilayah kabupaten bukan menjadi penghalang untuk mengenalkan dan menerapkan ekosistem pendidikan ke arah teknologi maju yang sangat modern.
Selain sebagai media edukasi, ajang showcase produk riset, seminar, dan demo produk ini juga memiliki target taktis yang krusial. Momentum pameran ini dimanfaatkan secara optimal untuk menarik minat masyarakat serta mendongkrak perekrutan Mahasiswa Baru (Maba) di musim penerimaan tahun ini.
Ke depan, Dr. Zainal Abidin berharap acara serupa bisa rutin diselenggarakan secara berkala. Ia menargetkan agenda mendatang akan dikemas jauh lebih meriah lagi dengan mengundang lebih banyak mitra dari dunia industri (DUDI). Agar dampak hilirisasi riset kampus bisa langsung diserap oleh pasar kerja.
Langkah Fakultas Saintek UNIRA Malang ini keren banget, gaes! Mereka membuktikan kalau inovasi teknologi tinggi gak cuma milik kampus-kampus di kota besar saja. Dengan fokus pada green technology, mahasiswa dididik untuk menjadi inovator yang tidak hanya cerdas secara intelektual. Tapi juga peduli pada isu lingkungan hidup sekitar. (Aye/sg)










