Ini 5 Tuntutan BEM UI dalam Aksi Demo ‘Indonesia Bangkrut’

Ini 5 Tuntutan BEM UI dalam Aksi Demo 'Indonesia Bangkrut'
Ini 5 Tuntutan BEM UI dalam Aksi Demo 'Indonesia Bangkrut'

SUARAGONG.COMGuys, situasi demonstrasi di ibu kota hari ini benar-benar berjalan sangat alot dan menegangkan! Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama lebih dari 700 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi nekat turun ke jalan pada Jumat (12/6). Membawa tajuk aksi yang cukup ngeri, yaitu Indonesia Bangkrut”, BEM UI ini membawa lima poin tuntutan besar untuk pemerintah.

Namun di lapangan, jalannya aksi konsolidasi ini tidak berjalan mulus. Massa mahasiswa dilaporkan terkatung-katung dan mengalami kesulitan besar untuk menembus titik aksi utama akibat hadangan blokade super ketat dari aparat kepolisian dan TNI di beberapa titik strategis Jakarta.

Yuk, kita bedah rincian 5 tuntutan BEM UI serta kronologi ketatnya pengadangan di lapangan berikut ini:

Catat! Ini 5 Tuntutan Utama Aksi #MenujuIndonesiaBangkrut

Di tengah hiruk-pikuk jalannya aksi, BEM UI menyuarakan lima poin tuntutan krusial yang menjadi poin utama keresahan mereka:

  1. Setop pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
  2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM).
  3. Hentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan koperasi desa merah putih.
  4. Hentikan militerisme di ranah sipil.
  5. Menuntut Prabowo untuk berhenti mengelak dan segera mengakui kesalahannya.

Kronologi Blokade Berlapis: Tertahan di Semanggi hingga Sudirman

Berdasarkan penuturan Ketua BEM UI, Yatalathof Imawan (Athof), dan Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, massa mahasiswa sebenarnya sudah mengirimkan surat resmi kepada kepolisian untuk menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia (Bundaran HI). Pemilihan lokasi ini didasarkan pada simbol kekecewaan mendalam masyarakat terhadap kinerja DPR dan Presiden.

Sayangnya, realisasi di lapangan justru berbanding terbalik:

  • Pukul 11.55 (Dukuh Atas): Ketegangan awal dimulai saat massa aksi ditahan polisi di area Dukuh Atas. Padahal, saat itu mahasiswa berniat untuk menjalankan ibadah salat Jumat terlebih dahulu. Athof menilai polisi telah melanggar hak konstitusi beribadah yang diatur UUD 1945.
  • Blokade Semanggi & Sudirman: Perjalanan dari arah Lenteng Agung menuju Pancoran dan Polda Metro Jaya (Semanggi) langsung dipotong. Akses bawah menuju Sudirman ditutup total menggunakan barrier, water barrier, hingga mobil rantis tanpa alasan yang jelas dari pihak kepolisian. Sempat terjadi keributan di Semanggi karena polisi menolak membuka jalan.
  • Dipaksa Geser ke DPR: Akibat blokade berlapis ini, Ketua BEM UI mengakui massa aksi dipaksa mundur dan dialihkan untuk melakukan demonstrasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (Gedung DPR).
  • Pukul 15.31 (Tosari): Hingga sore hari, massa aksi dilaporkan masih tertahan di daerah Tosari oleh barikade tembok hidup dari personel TNI dan Polri, sehingga belum bisa menyentuh wilayah Bundaran HI.

Meskipun gelombang tagar #MenujuIndonesiaBangkrut ini digawangi secara vokal oleh BEM UI, di lapangan aksi ini menjelma menjadi gerakan solidaritas antarkampus karena diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai universitas lain. Mahasiswa berharap aparat bisa melonggarkan blokade dan menghormati hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

Nah gaes, melihat 5 tuntutan yang dibawa oleh BEM UI mulai dari urusan APBN, harga BBM, hingga program Makan Bergizi Gratis, poin nomor berapa nih yang menurutmu paling krusial buat dikritisi saat ini? Yuk, tulis opini kalian di kolom komentar bawah dengan bijak! (Aye/sg)