Pemprov Jatim Kirim 64,4 Ton Bantuan Logistik dan Tim Medis untuk Korban Gempa NTT

Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama masyarakat Jawa Timur (Jatim) kembali memberangkatkan bantuan kemanusiaan berupa Logistik dan Medis
Ft: Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama masyarakat Jawa Timur (Jatim) kembali memberangkatkan bantuan kemanusiaan berupa Logistik dan Medis (Diskominfo)

SUARAGONG.COMPemerintah Provinsi (Pemprov) bersama masyarakat Jawa Timur (Jatim) kembali memberangkatkan bantuan kemanusiaan sebanyak 64,4 ton untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut diberangkatkan melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menggunakan kapal KM Dharma Rucitra VII menuju Labuan Bajo.

Jatim Peduli Gempa NTT! Pemprov & Warga Jatim Berangkatkan 64,4 Ton Bantuan Logistik & Tim Medis

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa pengiriman ini merupakan wujud nyata persaudaraan dan kegotongroyongan antardaerah. Pemprov Jatim menargetkan total bantuan yang disalurkan dapat mencapai lebih dari 100 ton sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

“Insya Allah yang sudah terkumpul sekitar 64,4 ton dari target 100 ton yang bisa kita support. Persaudaraan dan kegotongroyongan harus dibangun semaksimal mungkin,” ujar Khofifah.

Penanganan Bertahap dan Penguatan Sektor Kesehatan

Respons Pemprov Jatim terhadap bencana gempa NTT telah dilakukan secara bertahap sejak 16 Agustus 2026 dengan mengirimkan tim BPBD Jatim. Dukungan kemudian berlanjut dengan pengiriman 8,4 ton logistik ke wilayah Ende serta penerjunan tim medis, paramedis, dan pasokan obat-obatan.

Khofifah menjelaskan, obat-obatan yang dikirim telah disesuaikan dengan hasil identifikasi tim dokter Jatim yang sudah lebih dulu bertugas di rumah sakit darurat koordinasi Kementerian Kesehatan. Pemprov Jatim juga menyiagakan 14 rumah sakit daerah untuk mendukung kebutuhan tenaga medis spesialis dan paramedis secara berkelanjutan.

Baca Juga :Gempa M 7,0 Guncang Nagekeo NTT, BMKG Minta 8 Wilayah Segera Evakuasi

Dukungan Dapur Umum hingga Layanan Trauma Healing

Selain kebutuhan fisik dan kesehatan dasar, Pemprov Jatim melalui Dinas Sosial dan BPBD Jatim memetakan penambahan dapur umum lapangan serta menyiagakan tim pendamping psikososial.

Layanan trauma healing dan trauma counseling disiapkan khusus untuk memulihkan kondisi mental masyarakat terdampak, terutama anak-anak dan kelompok rentan, agar rasa aman warga dapat kembali pulih.

“Ini adalah duka bersama. Jawa Timur memiliki konektivitas transportasi laut yang memungkinkan bantuan dikirim lebih cepat. Dukungan ini sekaligus menegaskan bahwa masyarakat NTT tidak menghadapi musibah ini seorang diri,” pungkas Khofifah. (Aye/sg)