SUARAGONG.COM – Sepak bola itu emang ajaib. Kadang dia bukan cuma soal duel 90 menit di lapangan, tapi soal ikatan batin yang melampaui paspor dan bendera negara. Itulah yang dibawa Danial Mazalan, seorang penyokong setia Selangor FC asal Malaysia saat berkunjung ke Bumi Arema baru-baru ini. Datang jauh-jauh dari Malaysia, Danial awalnya punya misi personal buat ngerasain langsung vibes Derby Jawa Timur yang legendaris. Tapi, takdir berkata lain.
Penyokong Selangor Menyusuri Luka Kanjuruhan: Menemukan Persaudaraan Bersama Aremania Malang
Niat awal pengen nonton langsung di stadion harus pupus karena pertandingan Arema FC vs Persebaya dipindah ke Bali dan digelar tanpa penonton. Kecewa? Pasti. Tapi Danial nggak milih buat balik kanan.

Beliau justru milih buat tetep di Malang dan gabung bareng Aremania buat nonton bareng (nobar). Di sela sorakan dan tawa bareng Aremania di sudut kota, Danial nemuin apa yang dia cari: rasa kebersamaan yang tulus.
Ziarah Emosional di Gate 13 Kanjuruhan
Nggak cuma seru-seruan nobar, perjalanan Danial punya sisi yang sangat dalam. Beliau menyempatkan diri buat melakukan ziarah emosional ke Stadion Kanjuruhan, tepatnya di Gate 13 yang jadi simbol luka kolektif pecinta bola Indonesia.
“Saya tak bisa bayangkan apa yang keluarga korban rasakan… ini sangat berat,” ucap Danial lirih sambil memanjatkan doa. Gestur ini jadi bukti kalau tragedi kemanusiaan nggak kenal batas wilayah.
Perjalanan berlanjut ke Supporter Entrepreneur Hub (SEH). Di sana, Danial ketemu sama Suhe dan kawan-kawan Aremania lainnya. Diskusi mereka nggak main-main, mulai dari:
- Dinamika rivalitas antar suporter.
- Tantangan menjaga keamanan di stadion.
- Gimana caranya suporter bisa bangun citra positif buat klub.
Menariknya, mereka sadar kalau Indonesia dan Malaysia itu punya akar budaya yang sama alias satu rumpun. “Kita ini sebenarnya saudara, cuma kadang lupa,” canda Danial.
Baca Juga ; Stadion Kanjuruhan Bakal Terapkan Parkir One Gate System pada 2026
Dari Rivalitas Menuju Kolaborasi Lintas Negara
Pertemuan ini bukan cuma formalitas. Muncul ide keren buat bikin pertukaran kultur suporter. Bayangin kalau Aremania main ke Selangor, atau sebaliknya, buat saling belajar cara dukung tim yang kreatif tapi tetep damai.
Dalam dunia sport marketing yang juga digeluti Danial, kolaborasi kayak gini bisa banget memperkuat brand klub dan komunitas suporter di kancah internasional.
Makna Sepak Bola yang Sesungguhnya
Apa yang dilakuin Danial ngajarin kita kalau sepak bola itu cermin kemanusiaan. Tragedi Kanjuruhan emang jadi luka, tapi pertemuan kayak gini ngasih harapan baru kalau masa depan bola kita bisa lebih baik.
“Suatu hari nanti, saya ingin duduk di satu tribun bersama Aremania, menyaksikan pertandingan dengan aman dan damai.” (Ind/aye/sg)










