Pemkab Malang Siapkan Pusat Bisnis, UMKM Lokal Dibidik ke Pasar Ekspor

Pemkab Malang juga merencanakan pembangunan Kepanjen Convention Center (KCC) di Jalan Panji, Kepanjen, ditargetkan terealisasi pada 2027.
FT : Pemkab Malang juga merencanakan pembangunan Kepanjen Convention Center (KCC) di Jalan Panji, Kepanjen, ditargetkan terealisasi pada 2027. (Prokopim)

Malang, Suaragong.com – Produk UMKM Kabupaten Malang didorong agar tak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi juga mampu menjangkau pasar ekspor. Dikenal konsumen nasional maupun internasional. Pemkab Malang menyiapkan sejumlah strategi. Mulai dari pemasaran digital, pendampingan legalitas usaha, hingga rencana pembangunan pusat pameran dan pertemuan bisnis di Kepanjen.

Siapkan Kepanjen Convention Center, Pemkab Malang Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Ekspor

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si., saat menghadiri kegiatan pemberdayaan UMKM di Latar Raya Riuma Resort, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Sabtu (10/10/2026).

Dalam kegiatan itu, Budiar mengapresiasi inisiatif pemilik Riuma Resort, Bambang Irawan, yang menyediakan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan dan memasarkan produk lokal. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dapat membuka peluang ekonomi baru bagi desa.

Selama ini, Pemkab Malang telah mendorong pengembangan UMKM melalui pelatihan, lokakarya, serta fasilitasi peralatan produksi. Namun, kualitas produk perlu diimbangi dengan strategi pemasaran yang sesuai perkembangan teknologi.

Fasilitasi Para UMKM

Karena itu, Budiar mendorong Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malang untuk ikut memfasilitasi pelatihan pembuatan situs web bagi pelaku UMKM. Dengan identitas digital yang jelas, produk lokal diharapkan lebih mudah ditemukan konsumen dan memiliki jangkauan pemasaran yang lebih luas.

“Produk unggulan Kabupaten Malang memiliki potensi besar. Karena itu, perlu didukung dengan pemasaran digital agar semakin dikenal dan mudah diakses oleh konsumen,” tuturnya.

Kepanjen Convention Center (KCC)

Tak hanya mengandalkan pemasaran daring, Pemkab Malang juga merencanakan pembangunan Kepanjen Convention Center (KCC) di Jalan Panji, Kepanjen. Fasilitas di atas lahan sekitar 1,1 hektare itu ditargetkan terealisasi pada 2027.

KCC dirancang sebagai pusat kegiatan pameran dan promosi produk UMKM. Pelaku usaha nantinya direncanakan dapat memanfaatkan fasilitas pameran secara gratis, sekaligus mengikuti kegiatan business matching untuk bertemu langsung dengan calon pembeli.

Skema tersebut diharapkan membuka peluang kerja sama dan transaksi yang lebih luas. Meski demikian, realisasi fasilitas ini masih bergantung pada pelaksanaan rencana pembangunan yang telah disiapkan pemerintah daerah.

Singkong Pakis Jadi Contoh Nilai Tambah Produk

Dalam paparannya, Budiar juga menyoroti sejumlah produk Kabupaten Malang yang disebut telah menembus pasar ekspor, mulai dari bunga krisan dan mebel hingga olahan singkong beku asal Kecamatan Pakis yang dipasarkan ke Belanda.

Salah satu contoh yang disampaikan ialah peningkatan nilai jual singkong melalui proses pengolahan dan pengemasan. Bahan baku yang disebut bernilai sekitar Rp5.000 per kilogram itu, menurut paparan dalam kegiatan, dapat memiliki nilai hingga Rp250.000 per kilogram setelah diolah menjadi produk beku untuk pasar luar negeri.

Contoh tersebut memperlihatkan bahwa peluang usaha tak hanya ditentukan oleh jumlah produksi. Inovasi pengolahan, kualitas, kemasan, dan kemampuan memenuhi kebutuhan pasar turut menentukan nilai tambah suatu produk.

Baca Juga : UMKM Ramaikan Malang Sportiva Festival

Legalitas dan Perizinan Pelaku UMKM

Pemkab Malang juga menyatakan komitmennya untuk membantu pelaku usaha mengurus legalitas serta mempermudah perizinan investasi sesuai ketentuan. Upaya ini tetap memperhatikan tata ruang dan perlindungan kawasan lahan hijau.

Budiar menilai, kehadiran investasi swasta seperti Riuma Resort berpotensi membuka lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan warga dinilai penting agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

“Saya menyampaikan salam hangat dari Bupati Malang, H. M. Sanusi. Saya juga berpesan, bahwa pengembangan UMKM membutuhkan semangat kolaborasi, kreativitas, dan keberanian untuk terus berinovasi,” ungkapnya. (AYe/sg)