Tekan Konsumsi BBM, Pemkab Jember Terapkan WFH dan Sekolah Daring

Kurangi Konsumsi BBM, Pemerintah Kabupaten Jember Terapkan WFH bagi ASN dan Sekolah Daring mulai PAUD hingga SMA/SMK
FT : Kurangi Konsumsi BBM, Pemerintah Kabupaten Jember Terapkan WFH bagi ASN dan Sekolah Daring mulai PAUD hingga SMA/SMK (Rio/sg)

SUARAGONG.COMAntrean panjang di sejumlah SPBU akibat gangguan distribusi BBM membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengambil langkah cepat. Mulai Kamis (10/9/2026), aktivitas sebagian aparatur pemerintah dan kegiatan belajar mengajar di sekolah dialihkan ke rumah.

Kurangi Konsumsi BBM, Pemkab Jember Terapkan WFH bagi ASN dan Sekolah Daring mulai PAUD hingga SMA/SMK

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai upaya mengurangi mobilitas masyarakat sekaligus menekan konsumsi BBM di tengah kondisi pasokan yang belum kembali normal.

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah Pemkab Jember melakukan rapat koordinasi untuk merespons situasi antrean BBM yang terjadi di berbagai wilayah.

Salah satu kebijakan yang diterapkan yakni Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jember. Dengan bekerja dari rumah, pergerakan kendaraan dinas maupun kendaraan pribadi para aparatur diharapkan bisa berkurang.

Selain ASN, kegiatan pembelajaran di sekolah juga sementara dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring.

Kebijakan tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga jenjang SMA dan SMK.

Kurangi Mobilitas dan Konsumsi BBM Ditengah Persoalan Stok BBM

Menurut Gus Fawait, pengalihan pembelajaran ke rumah dilakukan agar aktivitas pendidikan tetap berjalan. Serta tidak membuat mobilitas kendaraan meningkat di tengah persoalan pasokan BBM.

Pemkab Jember juga melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi yang memiliki kewenangan di sektor pendidikan. Koordinasi dilakukan bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember untuk sektor madrasah, seperti MI, MTs, dan MA.

Selain itu, Pemkab Jember berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember-Lumajang yang menangani operasional SMA dan SMK.

Langkah koordinasi tersebut dilakukan agar penerapan pembelajaran dari rumah tidak berjalan sendiri-sendiri dan dapat diterapkan secara seragam di wilayah Jember.

Baca Juga : DPR Ngamuk! Minta Pertamina Tutup Permanen SPBU Nakal di Jember

Sistem Kerja ASN hingga Tenaga Honorer

Di sektor pemerintahan, penyesuaian sistem kerja juga diberlakukan bagi ASN serta tenaga honorer di lingkungan Pemkab Jember. Pelayanan yang memungkinkan dilakukan secara digital diarahkan untuk tetap berjalan melalui sistem administrasi pemerintahan.

Gus Fawait menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Jember mengurangi tekanan konsumsi BBM selama proses distribusi kembali dinormalkan.

Dengan berkurangnya mobilitas kendaraan di jalan, pemerintah berharap antrean di SPBU dapat ikut berkurang sehingga distribusi BBM kepada masyarakat bisa kembali berjalan lebih lancar.

Pemkab Jember menyatakan kebijakan ini menjadi salah satu langkah darurat yang diambil untuk merespons kondisi pasokan BBM yang tengah terjadi. (Rio/Aye/sg)