Type to search

Jombang Pemerintahan

BPBD Kabupaten Probolinggo dan Warga Tambakrejo Tinggikan Tanggul

Share
Bersama warga, BPBD Kabupaten Jombang melakukan distribusi bantuan sekaligus kerja bakti peninggian tanggul sungai pada Jumat (27/2/2026).

SUARAGONG.COM – Ancaman banjir susulan di Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas, direspons cepat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo. Bersama warga Tambakrejo, BPBD melakukan distribusi bantuan sekaligus kerja bakti peninggian tanggul sungai pada Jumat (27/2/2026).

Langkah ini menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkuat mitigasi bencana di wilayah rawan banjir.

Antisipasi Luapan Sungai: BPBD Kabupaten Probolinggo dan Warga Tambakrejo Tinggikan Tanggul

Peninggian tanggul dilakukan menyusul meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi luapan sungai yang bisa mengancam permukiman warga.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama unsur terkait membangun tanggul tambahan di titik yang dinilai paling rawan terdampak jika debit air kembali naik.

Sebanyak 428 batako digunakan untuk memperkuat struktur tanggul. Material tersebut dipasang secara manual dengan sistem gotong royong, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat namun tetap memperhatikan kekuatan konstruksi.

Upaya ini tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga menjadi langkah preventif guna meminimalisir risiko bencana ke depan. Tanggul yang lebih tinggi diharapkan mampu memberi perlindungan ekstra bagi rumah warga di sekitar aliran sungai.

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Kerja bakti ini melibatkan BPBD, Kepala Desa Tambakrejo beserta perangkat desa, unsur TNI, dan masyarakat setempat. Kolaborasi lintas unsur tersebut mencerminkan soliditas dalam menghadapi potensi bencana.

Warga secara swadaya mengambil inisiatif untuk meninggikan tanggul tanpa harus menunggu bantuan penuh dari pemerintah. Partisipasi aktif ini mempercepat pengerjaan sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap hasil pembangunan.

Dalam situasi rawan bencana, gotong royong bukan sekadar tradisi sosial, melainkan strategi efektif memperkuat ketahanan lingkungan.

Apresiasi untuk Kepedulian Warga

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi tindakan masyarakat yang berswadaya membangun tanggul tanpa harus menunggu bantuan pemerintah. Ini menunjukkan semangat gotong royong dan kesadaran mitigasi bencana yang luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Inisiatif warga dinilai sebagai langkah proaktif yang patut menjadi contoh bagi wilayah lain dengan risiko serupa.

Baca Juga : BPBD Probolinggo Gercep Tangani Luapan Kali Laweyan di Tambakrejo

Dukungan Teknis dan Mitigasi Berkelanjutan

TRC BPBD memberikan pendampingan teknis dalam penyusunan batako agar tanggul tetap memenuhi standar keamanan. Hal ini memastikan pembangunan tidak hanya cepat, tetapi juga kokoh dan tahan terhadap tekanan air.

Mitigasi berbasis kolaborasi seperti ini dinilai efektif dalam membangun ketangguhan desa terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Selain memperkuat infrastruktur fisik, kegiatan tersebut juga mempererat solidaritas sosial antarwarga.

BPBD berharap sinergi antara pemerintah desa, aparat, dan masyarakat terus terjaga agar penanganan serta pencegahan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Langkah cepat di Tambakrejo membuktikan bahwa kebersamaan menjadi fondasi utama menghadapi ancaman alam. Ketika pemerintah dan warga berjalan beriringan, perlindungan terhadap keselamatan dan aset masyarakat dapat diwujudkan secara optimal. (Duh/Aye/sg)

Tags:

You Might also Like