Type to search

Malang Pemerintahan

MBG Sistem Prasmanan Diuji di MIN 2 Malang

Share
Pemerintah Kota Malang mulai menguji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di MIN 2 Kota Malang sejak 2 Januari 2026

SUARAGONG.COM – Pemerintah Kota Malang mulai menguji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di MIN 2 Kota Malang sejak 2 Januari 2026. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, turun langsung meninjau pelaksanaan uji coba tersebut. Ia menilai sistem prasmanan membawa sejumlah keunggulan dibanding metode sebelumnya yang menggunakan nasi kotak (ompreng).

MBG Versi Prasmanan Tengah Diuji di Malang Malang

“Dengan prasmanan ini kelebihannya menu lebih hangat, porsinya bisa lebih banyak, dan menunya bervariasi. Anak-anak juga merasa lebih puas,” ujarnya.

Menu Lebih Segar dan Variatif

Selain memberikan keleluasaan bagi siswa dalam menentukan porsi, sistem prasmanan juga dinilai menjaga kualitas makanan tetap segar. Berbeda dengan ompreng yang tertutup, penyajian terbuka membuat makanan tidak mudah berair selama proses distribusi.

Menu yang disajikan pun tergolong lengkap, mulai dari karbohidrat, protein, buah, hingga minuman bergizi, sehingga kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi.

Tantangan pada Waktu Antre

Meski memiliki banyak kelebihan, Wahyu mengakui bahwa sistem prasmanan menghadirkan tantangan, terutama dalam pengaturan waktu belajar.

Proses antre dan makan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pembagian nasi kotak, sehingga berpotensi memengaruhi jam pelajaran.

“Ini yang harus diatur lagi, karena antre butuh waktu. Berbeda dengan ompreng yang bisa langsung dibagikan,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak MIN 2 Kota Malang telah melakukan penyesuaian jadwal istirahat. Kepala sekolah, Nanang Sukmawan, menyebut waktu istirahat diperpanjang dari 20 menit menjadi sekitar 30 menit pada sesi kedua.

“Insyaallah tidak mengganggu pembelajaran, hanya penyesuaian waktu istirahat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa program ini mendapat respons positif dari orang tua siswa karena dinilai lebih fleksibel dan menjaga kesegaran makanan.

Ajarkan Disiplin dan Tidak Berlebihan

Dalam pelaksanaannya, sekolah juga menanamkan nilai kedisiplinan kepada siswa, terutama dalam hal antre dan mengambil makanan secukupnya.

Langkah ini dilakukan agar seluruh siswa mendapatkan porsi yang adil serta menghindari pemborosan makanan.

baca Juga : Program MBG Probolinggo Disorot DPR Ini Masalahnya

Masih Tahap Evaluasi, Tunggu Rekom Pusat

Pemkot Malang menegaskan bahwa uji coba ini masih dalam tahap evaluasi. Hasilnya akan dilaporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan pertimbangan untuk kebijakan lanjutan.

Ke depan, penerapan sistem prasmanan di sekolah lain masih menunggu rekomendasi dari pemerintah pusat.

Sementara itu, dari sisi keamanan pangan, program MBG di Kota Malang dinyatakan aman dan tetap dalam pengawasan berkala. (fat/aye)

Tags:

You Might also Like