SUARAGONG.COM – Kerinduan mendalam Aremania buat kembali bersatu totalitas di atas tribun emang udah gak bisa ditahan lagi, Nawak. Menjawab keresahan dan harapan tersebut, Podcast Supporter Entrepreneur Hub lewat episode terbarunya, “Sambang Sambung Korwil”. Di mana langsung mendatangkan dua sosok penting dari Presidium Aremania Utas, Sam Alirifki dan Sam Teddy (Koordinator Arema Indonesia).
2 Presidium Aremania Utas Spill Misi Besar Bikin Suporter Malang Makin Bermartabat
Dalam obrolan gayeng khas Arek Malang tersebut, dua punggawa presidium ini memaparkan visi, arah gerakan organisasi. Hingga mimpi besar mereka buat masa depan suporter Bumi Arema agar bisa jauh lebih bermartabat.
Korwil Jadi Garda Terdepan, Gencarkan Edukasi dan Solidaritas
Bukan sekadar kumpul-kumpul biasa, Aremania Utas dibentuk sebagai wadah rumah bersama yang pengen banget mendorong lahirnya budaya suporter yang dewasa, tertib, dan punya kontribusi positif buat perkembangan tim Arema sendiri.
Sam Alirifki dan Sam Teddy menegaskan, kunci utama dari gerakan ini ada di tangan Koordinator Wilayah (Korwil). Korwil di tiap daerah diharapkan bisa jadi garda terdepan buat memperlancar komunikasi, memperkuat edukasi, dan ngerawat tali persaudaraan. Biar gak gampang kesenggol isu-isu miring.
“Kerinduan terbesar Aremania adalah kembali bernyanyi dan mendukung Arema bersama dalam satu tribun. Dengan persatuan, komunikasi yang baik, dan saling menghormati, kami berharap impian itu dapat kembali terwujud,” ungkap keduanya kompak.
Baca Juga : Arek Malang Menggugat: Ketika Logo Singo Edan Diprivatisasi
Logo Singa Bertindik: Simbol “Riyoyone Arek Malang”
Gak cuma bahas soal tribun dan manajemen suporter, podcast ini juga mengulas topik yang lagi hangat diperbincangkan di tongkrongan, yaitu seputar kabar logo Singa Bertindik.
Usut punya usut, logo ikonik ini diharapkan bisa jadi simbol “Riyoyone Arek Malang” (Hari Rayanya Anak Malang). Logo Singa Bertindik ini dinilai merepresentasikan karakter asli Arek Malang. Gambaran dari keberanian, punya kebanggaan tinggi, solider, dan punya identitas kultural yang melekat kuat di dalam sejarah panjang Aremania.
Di akhir sesi diskusi, Aremania Utas ngajak seluruh elemen suporter, mulai dari lini paling bawah sampai atas. Buat nurunin ego dan terus memperkuat persatuan. Semangat “Aremania Lebih Bermartabat” dipasang jadi fondasi utama biar mimpi melihat satu tribun penuh dengan warna biru dan nyanyian kompak bisa segera terealisasi.
Mbois lop! Gimana nih menurut kalian, Nawak Arema? Sudah siap buat satu tribun dan gaungkan lagi jargon Satu Jiwa bareng-bareng di stadion? (Ind/Aye/Sg)










