SUARAGONG.COM – Guys, setelah kemarin ada kabar tentang penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah, gelombang reaksi dari masyarakat mulai bermunculan nih. Di Jember, ribuan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) kompak turun ke jalan menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Kabupaten Jember pada Jumat (20/6/2026) dan tegas menolak penutupan program MBG.
Ribuan Warga Jember Turun ke Jalan, Tolak Penutupan Makan Bergizi Gratis (MBG)!
Bukan tanpa alasan, gaes, massa aksi ini menyuarakan penolakan terhadap penutupan program MBG. Mereka menilai program nasional ini sudah telanjur menjadi motor penggerak ekonomi yang sangat signifikan bagi masyarakat bawah. Mulai dari petani di desa hingga pelaku UMKM.
Aksi yang dimulai dengan long march dari kawasan Double Way Universitas Jember (Unej) ini membawa banyak fakta menarik tentang perputaran uang MBG di daerah. Yuk, kita bedah detailnya:
Cuan Mengalir ke Desa: Perputaran Uang Tembus Rp62,45 Miliar!
Koordinator lapangan aksi, Agus Nuryasin, dalam orasinya menjelaskan kalau program MBG ini punya dampak yang luar biasa masif. Di mana memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan.
- Sentralisasi Uang Pecah: Kalau biasanya perputaran uang dalam jumlah raksasa cuma mandek di kota-kota besar. Berkat adanya MBG, aliran dana segar sekarang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat desa.
- Angka yang Fantastis: Nilai program MBG di Kabupaten Jember sendiri tercatat sudah menembus angka lebih dari Rp62,45 miliar! Angka ini bahkan belum termasuk efek domino perputaran ekonomi lain dari sektor usaha lokal yang ikut kecipratan.
Dari Petani Sampai Peternak Ikut Menikmati Rantai Pasok
Hebatnya lagi, manfaat ekonomi dari program ini gak cuma dirasakan oleh para relawan atau pekerja dapur yang masak saja, gaes. MBG sukses menghidupkan ekosistem pangan lokal karena bahan-bakunya langsung disuplai oleh warga sekitar.
Para petani, pekebun, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM di Jember otomatis mendapat berkah pendapatan. Karena menjadi bagian utama dari rantai pasok kebutuhan pangan program MBG ini. Gak heran kalau barisan massa aksi ini sebagian besar justru diisi oleh para pekerja sektor agraris tersebut.
Selain itu, Nur, salah seorang pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jember ikut curhat kalau program ini sangat membantu membuka lapangan pekerjaan baru dan memberikan penghasilan nyata bagi banyak keluarga.
Baca Juga : Pemkab Jember Audit 209 Dapur Program MBG
8 Poin Pernyataan Sikap & Desakan Evaluasi Badan Gizi Nasional (BGN)
Tak sekadar orasi, FMJM juga membacakan delapan poin pernyataan sikap dan menyerahkan dokumen resminya kepada Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim. Selain meminta agar aspirasi diteruskan ke Presiden Prabowo, ada poin kritis yang mereka soroti:
- Kawal Program Strategis: Warga siap mengawal penuh program MBG, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan Sekolah Rakyat.
- Desak Evaluasi BGN: Masyarakat meminta Presiden Prabowo melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN). Mereka mendesak agar BGN memperbaiki tata kelola agar lebih transparan dan akuntabel hingga ke tingkat SPPG di daerah.
Aksi besar-besaran ini untungnya berjalan dengan sangat aman, tertib, dan kondusif. Pihak DPRD Jember pun menyambut baik dan siap menindaklanjuti aspirasi penting dari warga ini.
Sisi lain dari kebijakan libur operasional MBG ternyata berdampak cukup sensitif bagi urat nadi perekonomian warga di daerah, gaes. Aspirasi dari ribuan warga Jember ini membuktikan kalau MBG bukan cuma sekadar urusan membagikan makanan ke anak sekolah, tapi sudah menjadi ekosistem ekonomi baru tempat para petani, peternak, dan pekerja lokal menggantungkan hidup harian mereka. (PDIP_JEMBER/Aye/sg)










