KAMPUS 3 Makin Megah! UIN Malang Matangkan Hibah Internasional

Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menancapkan taringnya sebagai kampus bereputasi internasional.
Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menancapkan taringnya sebagai kampus bereputasi internasional.

SUARAGONG.COMUniversitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang tampaknya gak mau setengah-setengah dalam menancapkan taringnya sebagai kampus bereputasi internasional. Langkah taktis terus digenjot demi mematangkan realisasi kerja sama hibah luar negeri. Kerjasama diproyeksikan untuk mempercepat pembangunan sarana megah di Kampus III, Nawak.

KAMPUS III MAKIN MEGAH! UIN Malang Matangkan Hibah Internasional Pusat Al-Qur’an

Keseriusan tersebut ditunjukkan lewat rapat koordinasi penting yang dipimpin langsung oleh Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., bersama jajaran pimpinan universitas dan Dr. Ahmad Hidayatullah dari Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Kementerian Agama RI. Melalui virtual Zoom pada Rabu pagi, (1/7/2026).

Rapat sat-set ini sengaja digelar demi membedah regulasi serta tata kelola aset negara agar seluruh proses. Mulai dari pencatatan, registrasi hibah, hingga pengelolaan rekening berjalan lurus sesuai aturan hukum yang berlaku.

Bakal Bangun Pusat Kajian Al-Qur’an dan Bahasa Arab

Dalam sesi diskusi yang berlangsung gayeng, jajaran pimpinan UIN Malang membeberkan kalau dana hibah yang tengah dipersiapkan bersama salah satu yayasan internasional ini bakal dialokasikan penuh untuk menyokong fasilitas pendidikan bertaraf global di Kampus III. Salah satu proyek mercusuarnya adalah pembangunan Pusat Kajian Al-Qur’an dan Bahasa Arab.

Menariknya, ada dua skema alternatif yang dikaji. Jika hibah berbentuk barang/bangunan jadi yang digarap langsung oleh kontraktor penunjukan pihak luar negeri, aka urusan administrasinya bakal jauh lebih simpel. Karena negara tinggal melakukan registrasi dan pencatatan aset BMN.

Namun sebaliknya, jika dana segar mengalir dalam bentuk uang murni, maka seluruh tender pengadaan barang dan jasa wajib tunduk pada mekanisme ketat pengelolaan keuangan negara.

Baca Juga : UIN Malang Gas Inklusif: Rektor dan Wamenag Pengen Pendidikan Proposional

Rektor Kawal Ketat Biar Aman dari Drama Administrasi

Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pendampingan dari Kemenag RI. Langkah preventif ini dinilai sangat krusial agar pembangunan berjalan cepat tanpa ada tumpang tindih anggaran.

“Kami ingin memastikan seluruh proses dilakukan secara benar sejak awal. Karena itu kami memilih berkonsultasi terlebih dahulu agar pelaksanaan hibah nantinya memiliki kepastian hukum dan tidak menimbulkan persoalan administrasi di kemudian hari,” ungkap Prof. Ilfi Nur Diana tegas.

Melalui komunikasi intensif yang terus dibangun bersama Kemenag dan Kemenkeu, UIN Malang makin optimis bisa segera mengeksekusi proyek mbois ini. Kehadiran fasilitas premium di Kampus III tersebut diharapkan sukses mengerek posisi UIN Malang sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, berdaya saing global, dan makin dicintai masyarakat. (Aye/sg)