Cegah Kekerasan Anak! Desa Kotakan Situbondo Siap Bentuk Satgas PATBM

DP3APPKB Situbondo Perkuat Peran PATBM di Desa Kotakan demi Cegah Kekerasan Anak
DP3APPKB Situbondo Perkuat Peran PATBM di Desa Kotakan demi Cegah Kekerasan Anak

SUARAGONG.COM – Mempertahankan status sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) dengan Peringkat Nindya membuat Pemerintah Kabupaten Situbondo terus bergerak taktis. Menyadari tantangan perlindungan anak yang makin kompleks, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Situbondo langsung turun gunung memperkuat benteng pertahanan di tingkat desa, Nawak.

DP3APPKB Situbondo Perkuat Peran PATBM di Desa Kotakan demi Cegah Kekerasan Anak

Langkah riil ini diwujudkan lewat gelaran Sosialisasi Penguatan Peran Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang digebrak langsung oleh Kepala DP3APPKB Situbondo, H. Imam Hidayat, di Balai Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, Selasa (30/6/2026).

Komitmen 4 Hak Dasar Anak dan Senggolan Anggaran Desa

Dalam arahannya, H. Imam Hidayat menjabarkan bahwa pemenuhan empat hak dasar anak. Mulai dari hak kelangsungan hidup, perlindungan, tumbuh kembang, hingga partisipasi—saat ini dibayangi oleh ancaman nyata seperti tindak kekerasan, pelecehan seksual, hingga jeratan narkoba.

Oleh karena itu, PATBM dibentuk sebagai gerakan jaringan kelompok warga tingkat desa yang bekerja secara terstruktur dan terkoordinasi. Biar gerakan ini gak sekadar jadi macan kertas, Imam mendorong pemerintah desa untuk berani ambil tindakan strategis.

“Guna menangani permasalahan anak tersebut, maka diperlukan peran pemerintah desa dengan mengalokasikan anggaran dalam APBD desa. Semoga pertemuan hari ini menjadi pelecut semangat kita bersama mewujudkan Desa Layak Anak,” tutur Imam Hidayat.

Desa Kotakan Jadi Pilot Project Desa Layak Anak

Sementara itu, Kabid PPA DP3APPKB Situbondo, Ninov Megawati, menambahkan kalau gong utama dari sosialisasi ini adalah memantik sensitivitas warga. Dengan sinergi total dari tokoh agama, kader Posyandu, PKK, hingga pelaku usaha, kasus-kasus kekerasan yang selama ini tersembunyi di dalam rumah (iceberg phenomenon) bisa dideteksi dan dicegah sejak dini.

Baca Juga : Disnaker Situbondo Gelar Pelatihan Bean Roastery

Bak gayung bersambut, Kepala Desa Kotakan, Saiful Iman, langsung pasang badan menyambut program mbois ini. Terlebih, Desa Kotakan saat ini resmi didapuk sebagai pilot project program Desa Layak Anak (DLA) di Kabupaten Situbondo.

Pemerintah Desa Kotakan berjanji bakal sat-set merampungkan pembentukan pengurus PATBM yang dilegalkan lewat SK Kepala Desa. Nantinya, para pengurus inilah yang bakal jadi ujung tombak di lapangan. Untuk mengedukasi, memberi motivasi, sekaligus memastikan wilayah Desa Kotakan benar-benar bersih dari catatan hitam kekerasan anak. (Fin/Aye/sg)