SUARAGONG.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, sejak Senin (3/8/2026) pukul 17.00 WIB, terus meluas. Luas lahan yang terbakar tercatat mencapai sekitar 60 hektare di wilayah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang hingga Rabu (5/8/2026).
BNPB siapkan Operasi Modifikasi Cuaca dan water bombing untuk padamkan karhutla Gunung Bromo
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan hingga kini belum ada laporan korban jiwa. Meski begitu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak tinggal diam dan menyiapkan sejumlah langkah tambahan untuk mempercepat pemadaman.
BNPB Siapkan Modifikasi Cuaca dan Water Bombing
Kepala BNPB Suharyanto, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan pihaknya menyiapkan skenario Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan. Sebagai pelengkap, dari bantuan pemadaman udara atau aerial firefighting yang sudah lebih dulu diterjunkan.
“Selain water bombing, BNPB menyiapkan dukungan OMC yang pelaksanaannya disesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca dan kebutuhan di lapangan,” kata Suharyanto.
Ia menjelaskan, integrasi pemadaman lewat udara ini dirancang untuk memperkuat tim gabungan di darat yang selama ini kesulitan bergerak. Karena medan berupa tebing-tebing terjal di lereng Kaldera Bromo.
Status Siaga Darurat Berlaku hingga Oktober 2026
Penanganan darurat skala besar ini didasari oleh penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026. Status siaga darurat tingkat provinsi ini berlaku selama 180 hari, terhitung sejak 26 Mei hingga 6 Oktober 2026.
Untuk memperkuat payung hukum di daerah terdampak, Pemerintah Kabupaten Probolinggo turut menerbitkan Keputusan Bupati Nomor 300.2/326/426.32/2026 tentang siaga darurat karhutla, yang berlaku hingga 5 Oktober 2026.
Menurut Suharyanto, status siaga darurat ini penting karena mempermudah akses pemerintah pusat untuk menyalurkan bantuan. Mulai dari armada helikopter hingga teknologi modifikasi cuaca. Kombinasi OMC dan water bombing diharapkan bisa menjangkau titik-titik api yang terisolasi di medan sulit, sehingga tidak meluas ke area hutan konservasi lain.
Baca Juga : Kebakaran Landa Lereng Bromo, TNBTS Tutup Jalur Jemplang
BNPB Imbau Waspada Puncak Kemarau
BNPB mengimbau seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan seiring memasuki puncak musim kemarau. Serta mematuhi arahan penutupan sementara kawasan wisata di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) demi mempermudah operasi tim gabungan di lapangan. (Aye/sg)










