Bocor hingga Plafon Jebol, Perbaikan Stadion Kanjuruhan Rp335 Miliar Dikebut

Bocor hingga Plafon Jebol, Perbaikan Stadion Kanjuruhan Rp335 Miliar Dikebut
Bocor hingga Plafon Jebol, Perbaikan Stadion Kanjuruhan Rp335 Miliar Dikebut

SUARAGONG.COMProyek rehabilitasi Stadion Kanjuruhan senilai Rp335 miliar menuai sorotan publik setelah sejumlah kerusakan ditemukan, padahal bangunan ini belum resmi diserahterimakan secara permanen. Kerusakan yang muncul di antaranya kebocoran, plafon jebol, hingga cat yang mengelupas di area tribun.

Stadion yang diharapkan bertransformasi menjadi fasilitas olahraga aman dan modern pascatragedi Kanjuruhan ini justru menuai pertanyaan publik soal kualitas pengerjaannya.

Perbaikan Stadion Kanjuruhan Dikebut: Tanggung Jawab Perbaikan Masih di Tangan Waskita

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang, Eko Margianto, menjelaskan status gedung saat ini baru sebatas Berita Acara Serah Terima Operasional (BAST Operasional) kepada Pemkab Malang. Artinya, secara hukum dan administratif, tanggung jawab pemeliharaan fisik masih sepenuhnya berada di tangan Kementerian PUPR. Dengan melalui kontraktor pelaksana, PT Waskita Karya.

“Secara operasional sudah diserahkan ke Pemkab Malang dalam hal ini Dispora. Namun, karena belum BAST akhir, secara tanggung jawab pemeliharaan masih ada di Kementerian PUPR, dalam hal ini pihak ketiga yaitu Waskita,” ungkap Eko.

Dari peninjauan di lapangan, kerusakan cat mengelupas ditemukan di tribun ekonomi. Sementara di area plafon bawah tribun, rembesan air hujan dari lantai dak atas membuat sejumlah titik plafon basah dan jebol.

Sudah Ditegur Tiga-Empat Kali, Baru Bergerak Setelah Viral

Eko mengungkapkan, Dispora sebenarnya sudah melayangkan surat teguran dan koordinasi ke Kementerian PUPR sebanyak tiga hingga empat kali sejak tahun lalu hingga Mei 2026. Namun perbaikan baru benar-benar dikebut setelah kondisi stadion viral di media sosial dan pihak Waskita menerjunkan tim teknis.

“Sebelum viral itu Waskita sebenarnya sudah berkunjung untuk pengecekan. Namun hari ini dan seterusnya, perbaikan langsung dilakukan, baik di tribun ekonomi yang mengelupas maupun plafon bawah yang jebol. Hari ini dikerahkan sekitar 6 orang, dan besok mungkin ditambah menjadi 10 orang. Semoga satu minggu ke depan sudah baik kembali,” jelasnya.

baca juga : Stadion Kanjuruhan Malang Diresmikan Presiden Prabowo

Kenapa Pemkab Tak Pakai Anggaran Daerah?

Menjawab pertanyaan publik soal mengapa Pemkab Malang tidak langsung memperbaiki kerusakan dengan anggaran daerah, Eko menegaskan hal itu justru menyalahi aturan administratif. Sebab, secara status aset, bangunan belum sepenuhnya diserahterimakan kepada Pemkab Malang.

Sementara itu, pengelolaan anggaran pemeliharaan proyek masih melekat pada vendor pelaksana (Waskita) dan Kementerian PUPR, sesuai klausul BAST operasional. Pemkab Malang sendiri hanya berwenang atas operasional harian, seperti pengelolaan listrik dan air.

Aktivitas Stadion Belum Terganggu Signifikan

Meski diwarnai kerusakan akibat rembesan air hujan, Eko memastikan kondisi tersebut belum sampai mengganggu aktivitas besar di stadion secara signifikan. Kendati begitu, jajaran Dispora Kabupaten Malang harus sigap turun tangan membersihkan dan mengepel area yang tergenang setiap kali hujan turun, sembari menunggu proses perbaikan tuntas dari pihak vendor. (Aye/sg)