SUARAGONG.COM – Persoalan sampah di lingkungan perguruan tinggi kini tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan kebersihan semata. Aktivitas perkuliahan, administrasi, penelitian, kegiatan mahasiswa, hingga aktivitas pendukung kampus menghasilkan berbagai jenis sampah, mulai dari organik, plastik, kertas, hingga limbah lainnya. Ketika tidak dikelola secara terpadu, timbulan sampah tersebut berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan, kesehatan, dan kenyamanan bagi seluruh civitas akademika. Berangkat dari persoalan tersebut, Politeknik Negeri Malang (Polinema) melalui sebuah riset terapan inovasi tengah merumuskan naskah kebijakan pengelolaan sampah di lingkungan Polinema.
Menuju Kampus Berkelanjutan, Polinema Rancang Model Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular
Penelitian ini tidak hanya diarahkan untuk mengetahui bagaimana sampah dikelola saat ini, tetapi juga untuk merancang model pengelolaan yang lebih terintegrasi. Dengan pendekatan ekonomi sirkular atau circular economy.
Gagasan utamanya adalah mengubah cara pandang terhadap sampah. Selama ini sampah sering berakhir dalam pola linear take–make–dispose atau ambil–gunakan–buang. Melalui ekonomi sirkular, material diupayakan tetap memiliki nilai dan berada selama mungkin dalam siklus pemanfaatan melalui prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).
Dengan demikian, sampah tidak semata-mata dilihat sebagai sesuatu yang harus dibuang. Sebagian material dapat dikurangi sejak dari sumbernya, sebagian lainnya dapat digunakan kembali. Sementara material yang sudah menjadi sampah dapat dipilah dan didaur ulang sehingga kembali memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi.
Membangun Sistem, Bukan Sekadar Membersihkan
Pendekatan yang dikembangkan dalam penelitian ini menempatkan pengelolaan sampah sebagai sebuah sistem. Persoalannya bukan hanya bagaimana sampah dikumpulkan dan dibawa keluar dari kampus, tetapi bagaimana seluruh rantai pengelolaannya dapat berjalan secara efektif sejak sampah dihasilkan hingga material tersebut kembali dimanfaatkan.
Karena itu, model yang dirancang mencakup berbagai aspek, mulai dari kebijakan, tata kelola, infrastruktur, teknologi, sumber daya manusia, mekanisme operasional, hingga peran para pemangku kepentingan. Model tersebut diarahkan untuk menggambarkan alur pengelolaan sampah sejak sumber timbulan hingga pemanfaatan kembali sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi dan lingkungan.
Pendekatan semacam ini penting karena sistem pengelolaan sampah di perguruan tinggi sering menghadapi persoalan fragmentasi. Pengumpulan, pemilahan, pengolahan, dan monitoring yang tidak terintegrasi dapat menyebabkan inefisiensi dan pemborosan sumber daya. Karena itu, keterlibatan seluruh komunitas kampus menjadi bagian penting dalam membangun sistem yang berkelanjutan.
Semua Warga Kampus Punya Peran
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi dan Focus Group Discussion (FGD). Pendekatan tersebut digunakan untuk memahami kondisi pengelolaan sampah yang ada sekaligus menggali pandangan dan pengalaman pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
Tidak hanya pengelola kebersihan yang dilibatkan. Penelitian juga membuka ruang bagi pimpinan perguruan tinggi, pengelola sarana dan prasarana, dosen, mahasiswa, serta mitra eksternal seperti bank sampah dan dinas lingkungan hidup.
Melalui FGD tahap awal, tim peneliti berupaya mendapatkan gambaran mengenai kondisi eksisting. Sekaligus menemukan akar persoalan, kebutuhan yang belum terpenuhi. Serta faktor yang dapat mendukung maupun menghambat penerapan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Setelah model dirancang, model tersebut kembali diuji melalui FGD bersama para ahli dan pemangku kepentingan. Penilaian diarahkan pada kelengkapan model, hubungan antarunsur, kemudahan penerapan, efektivitas, serta kesesuaiannya dengan karakteristik perguruan tinggi.
Baca Juga : ATC TEKLA JTS Polinema Tembus Peringkat Tertinggi Nasional
Dari Penelitian Menjadi Kebijakan
Hal menarik dari riset ini adalah orientasinya yang tidak berhenti pada menghasilkan model konseptual. Tahap akhir penelitian diarahkan pada penyusunan naskah kebijakan atau policy brief/policy paper yang dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi bagi pengelolaan sampah di lingkungan perguruan tinggi.
Artinya, hasil penelitian diharapkan dapat menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan pengambilan keputusan. Temuan mengenai persoalan sampah tidak berhenti dalam laporan penelitian, tetapi diterjemahkan menjadi rekomendasi yang dapat digunakan untuk memperbaiki tata kelola pengelolaan sampah di kampus.
Dalam jangka panjang, pendekatan tersebut diarahkan untuk mendukung terbentuknya Sustainable Campus. Konsep pengelolaan sampah berbasis 3R dan ekonomi sirkular dalam penelitian ini ditempatkan berdampingan dengan gagasan Green Campus, Smart Campus, dan Environmental, Social, and Governance (ESG). Di mana sebagai bagian dari agenda keberlanjutan perguruan tinggi.
Baca Juga : Tim Polinema Tingkatkan Keamanan BCT Lewat Pelatihan dan Instalasi CCTV Modern
Sampah sebagai Sumber Daya
Perubahan paling mendasar yang ingin didorong adalah perubahan paradigma.
Kampus tidak cukup hanya menjadi tempat yang bersih dari sampah. Kampus perlu menjadi ruang yang mampu menunjukkan bagaimana sampah dapat dikelola secara bertanggung jawab. Bagaimana sumber daya digunakan secara efisien, dan bagaimana material yang masih bernilai dapat dikembalikan ke dalam siklus pemanfaatan.
Dalam perspektif ekonomi sirkular, pengelolaan sampah menjadi bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan yang menghubungkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Jika model ini nantinya dapat diterapkan secara konsisten, Polinema berpotensi menjadikan pengelolaan sampah bukan sekadar urusan kebersihan dan pengangkutan, melainkan bagian dari tata kelola kampus.
Pada titik inilah sampah memperoleh makna baru: bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang, tetapi sumber daya yang harus dikelola.
Melalui riset yang dilakukan Aditya Arisudhana, S.E., Akt., M.Acc.; Prof. Dr. Dra. Anik Kusmintarti, M.M.; Prof. Dr. Ir. Dwina Moentamaria, M.T.; Indra Lukmana Putra, SST., M.M.; dan Dr. Hudriyah Mundzir, S.H., M.H., Polinema tengah menapaki langkah menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, berbasis ekonomi sirkular, dan mendukung cita-cita kampus berkelanjutan. (Ind/aye)










